Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masyarakat menjerit gas elpiji 3 kg langka di pasaran

Masyarakat menjerit gas elpiji 3 kg langka di pasaran Elpiji 3 kg buat orang miskin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagian masyarakat mengeluhkan langkanya pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Tak hanya Jakarta, sejumlah wilayah lain pun ikut alami kelangkaan gas elpiji.

Salah satu pemilik agen gas di Palmerah, Jakarta Barat, Jaya mengatakan kelangkaan gas ini dikarenakan lambatnya pengiriman pasokan dari pusat penyalur gas.

"Jadi saat stok kita habis belum ada stok tambahan," kata Jaya kepada merdeka.com, Senin (11/1).

Die menegaskan keterlambatan pengiriman tersebut membuat pasokan agen-agen menjadi berkurang. Sehingga, banyak masyarakat yang mengira terjadi kelangkaan elpiji.

"Jumlahnya tidak menentu, hanya memang stoknya berkurang. Saya biasanya ngambil di penyalur gas di Srengseng," kata dia.

Sementara itu, salah satu pedagang bakso, Tio turut merasakan kelangkaan gas elpiji. Dengan adanya hal ini, maka dia harus mencari agen gas di tempat lain.

"Gas elpiji langka. Susah nyarinya sudah sekitar seminggu yang lalu. Jadi musti nyari ke tempat lain," kata Tio.

Meski begitu, Tio mengaku kelangkaan ini tidak menimbulkan kerugian terhadap usahanya. "Tidak alami kerugian, cuma menghambat saja kan kita jadi kesulitan," pungkas dia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro mengaku belum mendapatkan kabar adanya kelangkaan LPG. Menurut dia, apabila memang terjadi kelangkaan LPG di sejumlah daerah maka pihaknya akan melakukan pengecekan langsung di daerah tersebut.

"Saya mau konfirmasi ke teman-teman supaya clear. Supaya saya bisa konfirmasi hasil cek saya dan satgas saya dilapangan ada berita seperti itu. Nanti langsung aku cek," tegas Wianda. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP