Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masyarakat Indonesia makin konsumtif

Masyarakat Indonesia makin konsumtif ilustrasi belanja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Di saat negara-negara Eropa dan Amerika masih terbelit krisis utang dan krisis keuangan, negara berkembang cenderung stabil dalam perekonomiannya. Bahkan, di saat negara lain mengetatkan ikat pinggang sebagai bentuk penghematan, negara berkembang justru berbelanja habis-habisan untuk menggerakkan perekonomiannya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan masyarakat masih akan mengalokasikan dananya untuk berbelanja pada triwulan III. Tingginya konsumsi masyarakat pada triwulan II menjadi salah satu pendorong terbesar pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, indeks tendensi konsumen pada triwulan II mencapai 108,77. Nilai ini meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 106,54.

Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan.

"Serta peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan," ujarnya saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (6/8).

DKI Jakarta, lanjutnya, memiliki indeks konsumsi tertinggi sebesar 111,49 dan Papua Barat yang terendah sebesar 105,45. "18 provinsi dari 33 provinsi atau 54,55 persen memiliki nilai indeks di atas nasional," tuturnya.

Pada triwulan selanjutnya, indeks konsumsi diperkirakan mampu menyentuh 110,96 atau menunjukkan ekonomi konsumen akan terus membaik.

"Di mana Kaltim diperkirakan menjadi ITK terbesar yakni 114,44 dan terendah di NTT yakni 106,29," imbuhnya. (mdk/oer)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP