Masyarakat diimbau tak tukar uang di penukaran ilegal
Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengatakan, menjelang lebaran biasanya banyak jasa penukaran uang yang tersebar di pinggir jalan. Jasa ini nantinya mengambil untung dari jumlah uang yang ditukarkan.
Untuk mengantisipasi hal itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan penukaran di jasa penukaran uang ilegal tersebut. Hal ini dikarenakan memiliki banyak risiko.
Di antaranya, jumlah uang yang didapat pasti akan berkurang dari jumlah uang yang ditukarkan. Selain itu, uang yang diperoleh dari penukaran tersebut tidak bisa dijamin keasliannya.
"Makanya tukarkan uangnya di penukaran resmi saja, biar aman, bebas biaya lagi," kata di IRTI Monas, Jakarta, Rabu (23/5).
Dia menambahkan, masyarakat bisa menukarkan uang di lokasi penukaran uang resmi, yakni mobil penukaran keliling Bank Indonesia dan 15 bank yang telah bekerja sama dengan Bank Indonesia. Salah satu titiknya di IRTI Monas yang masih melayani penukaran uang pecahan kecil hingga 25 Mei 2018.
Tidak hanya di Monas, lokasi penukaran juga akan tersebar di beberapa titik di DKI Jakarta seperti di Kota Lama, Pekan Raya Jakarta, Resta Area KM 57 dan masih banyak lokasinya. Rosmaya memastikan masyarakat akan mendapat uang baru yang layak edar.
"Untuk Jabodetabek kita ada 160 titik lokasi penukaran dan kalau seluruh Indonesia ada lebih dari 1.000 titik," tandasnya.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya