Masuki Panen Raya, ini Strategi Kementan Optimalkan Penyerapan Gabah Petani
Merdeka.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian akan bekerjasama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pertani untuk meningkatkan serap gabah petani. Selain bekerja sama dengan PT RNI dan PT Pertani, Kementerian Pertanian juga mendorong Perpadi untuk menyerap gabah petani melalui optimalisasi fasilitas Rice Milling Unit (RMU) bantuan Kementan.
"Dalam rangka meyakinkan publik terkait dengan jaminan ketersediaan bahan pokok saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri benar-benar tersedia secara fisik dan harga di petani terjaga dengan baik. Maka Kementerian Pertanian membuat berbagai langkah antisipasi khususnya untuk beras," kata Menteri Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI membahas Persiapan dan Ketersediaan Pangan menghadapi Bulan Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan, Kamis (18/3).
Tidak hanya berhenti di situ, Kementan juga melakukan sinergi dengan Bulog untuk meningkatkan serapan gabah petani melalui berkoordinasi untuk penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG) dibawah Harga Pokok Penjualan atau HPP.
Selanjutnya, Kementan menginformasikan persyaratan mutu yang ditetapkan oleh Bulog kepada Poktan/Gapoktan di lokasi HPP jatuh, serta mengawal pelaksanaan penyerapan gabah di bawah HPP.
Kementan juga mendorong kepala daerah mengoptimalkan fungsi dryer di sentra-sentra produksi. Dan berupaya optimalisasi gudang/lumbung cadangan pangan bekerja sama dengan Bulog dan Perpadi.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam upaya menjamin ketersediaan pangan khususnya beras, koordinasi antar Lembaga khususnya dalam rangka pengaman pangan telah dilakukan Kementerian Pertanian.
"Terutama untuk meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Lembaga dan para pemangku kebijakan Kemendag, Satgas Pangan, BIN, Dinas Provinsi/Kab/kota, dalam rangka stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pangan pokok saat terjadi gejolak harga dan menjelang HBKN," ujarnya.
Kementan juga berupaya mengintensifkan gelar pasar murah di berbagai wilayah dengan pelaku usaha, mitra dan Bulog agar nantinya bahan pangan tersebut terserap dengan baik jelang puasa dan Idulfitri 2021.
"Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan juga memantau perkembangan harga harian komoditas utama tersebut, tujuan ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan terjadi kenaikan dan penurunan harga ekstrim sehingga berpotensi meresahkan masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya