Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Maskapai RI yakin hadapi liberalisasi penerbangan Asean 2016

Maskapai RI yakin hadapi liberalisasi penerbangan Asean 2016 Loket maskapai penerbangan. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Maskapai nasional diyakini masih tetap bertumbuh di tengah pemberlakukan liberalisasi sektor penerbangan Asean (Asean Open Sky) yang akan mulai tahun ini. Kebijakan itu memperbolehkan negara anggota ASEAN melakukan penerbangan langsung ke kota-kota di Asia Tenggara.

"Sebenarnya kami sudah menghadapi liberalisasi penerbangan Asean, dan sudah terlihat kami cukup mampu menghadapinya. Sekarang adalah saatnya untuk memperluas pasar agar bisa betul-betul memperoleh benefit dari situasi ini," kata Ketua Umum asosiasi perusahaan penerbangan nasional Indonesia (INACA) M. Arif Wibowo, kemarin.

Terkait itu, menurut Arif, bisnis penerbangan kargo Indonesia memiliki peluang besar. Indonesia bisa memanfaatkan tujuh kota untuk penerbangan kargo langsung ke seluruh Asean.

"INACA melihat peluang pasar yang besar, dalam hal ini tujuh kota di Indonesia seperti Palembang, Batam, Manado, Makassar dan Biak, untuk bisa langsung melakukan penerbangan cargo ke negara-negara anggota ASEAN."

Selain itu, peluang juga dimiliki maskapai penerbangan sewaan. Mereka bisa merambah sektor penerbangan pariwisata.

Ini untuk mengompensasi penurunan permintaan pesawat sewaan lantaran melemahnya kinerja industri minyak dan gas.

"Tekanan dalam industri oil and gas berpengaruh terhadap permintaan pasar sewaan, membuka peluang bagi bisnis penerbangan charter untuk mengalihkan aktivitasnya ke sektor penerbangan pariwisata."

Dia menambahkan, "kemampuan melihat peluang pada situasi ini justru memperlihatkan kemampuan maskapai penerbangan nasional dapat melakukan diversifikasi usahanya secara cepat karena mengetahui potensi pasar secara tepat." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP