Masih impor, Indonesia mimpi jadi produsen tepung terbesar Asia
Merdeka.com - Kebutuhan tepung terigu di dalam negeri masih mengandalkan bantuan dari negara lain. Impor gandum Indonesia tahun lalu mencapai USD 2,4 miliar. Untuk impor secara nasional 6,7 juta ton dalam bentuk gandum dan 5,4 juta ton dalam bentuk terigu atau siap konsumsi.
"Itu nasional bagi saya, yang penting kita betul-betul memberikan produk yang baik secara nasional," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Franky Welirang usai bertemu dengan Menteri Perindustrian, MS Hidayat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (14/4).
Meski begitu, pelaku industri sesumbar Indonesia bisa menjadi sentra industri tepung terigu terbesar se-Asia Timur. Salah satu indikatornya, pertumbuhan industri di dalam negeri tengah bergairah. Saat ini ada 29 pabrik dengan kapasitas produksi 9 juta ton giling gandum. Dari jumlah tersebut, baru 24 pabrik tepung terigu yang beroperasi.
"Ke depan Indonesia ini akan menjadi basis sentra untuk industri Tepung Terigu di Asia Timur, jadi itu menjadi target kita," ucapnya.
Ini coba dirintis dengan melakukan ekspor produksi berbasis tepung terigu. Tahun lalu nilai ekspornya mencapai USD 700 juta. Untuk memperbesar industri ini, 5 pabrik baru direncanakan mulai berproduksi tahun ini. Pabrik tersebut berada di Medan, Surabaya dan Bunga Sari (Cilegon).
Boss Boga sari ini mengharapkan dalam 1-2 tahun ke depan produk berbasis tepung terigu sudah bisa diekspor hingga USD 1 miliar. Perkiraan, produksi tepung terigu akan tumbuh 6 persen, meskipun dalam 7 tahun terakhir peningkatan produksi tepung terigu hanya sebesar 7 persen.
"Kalau USD 700 juta jadi USD 1 miliar kan tumbuhnya hampir 50 persen. Kalau 6 persen itu nasional. Jadi lain. Ada kontribusi nilai tambah," jelasnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya