Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masih berpolemik, Semen Indonesia nekat operasikan pabrik Rembang

Masih berpolemik, Semen Indonesia nekat operasikan pabrik Rembang Pabrik semen di Rembang. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - PT Semen Indonesia Tbk nekat memulai kegiatan produksi semen di Rembang pada semester I-2017. Hal ini dilakukan karena belum adanya hasil kajian lanjutan permintaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terkati kawasan pabrik semen Rembang.

Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Rizkan Chandra mengatakan sesuai hasil rapat dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang digelar, Rabu (12/4), pihaknya mematuhi putusan rapat. Semen Indonesia akan segera memulai kegiatan produksi di Rembang pada semester I-2017. Terkait kajian Tim KLHS, Semen Indonesia mendukung untuk dilakukan kajian lanjutan yang lebih ilmiah, termasuk batasan fisiografi zona Kendeng, zona Randublatung, dan zona Rembang.

Demikian juga kesesuaian antara desk study dengan fakta-fakta di lapangan, termasuk fakta dampak lingkungan terhadap kegiatan penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) lainnya di seluruh Indonesia yang telah ditambang selama puluhan tahun.

Rizkan Chandra juga menyarankan agar menambah 2-3 pakar geologi karst dalam Tim KLHS karena ciri-ciri karst dan keberlangsungan ketersediaan air tanah menjadi kunci utama dalam kajian lanjutan ini.

"Hingga saat ini, Pabrik Semen Rembang telah memenuhi sekitar 35 perijinan dan selalu mematuhi semua aturan dan regulasi terkait yang berlaku dan sudah siap beroperasi," ujar Rizkan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/4).

Selain itu, pabrik Rembang tetap dapat beroperasi dengan menggunakan bahan baku tersedia sampai ada keputusan tentang kegiatan penambangan.

Sebelumnya, pemerintah sudah memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan penambangan dan operasional PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Kegiatan dihentikan sampai kajian lingkungan hidup (KLH) dikeluarkan. Keputusan itu diambil sebagai respons atas penolakan yang dilakukan petani Kendeng.

PT Semen Indonesia Tbk mengaku belum melakukan kegiatan penambangan di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Alasannya, hingga saat ini, perusahaan pelat merah menunggu penerbitan hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

"Penambangan masih menunggu KLHS, kami belum pernah melakukan penambangan sampai sekarang di Rembang," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra di Jakarta, Rabu (22/3).

Menurutnya, pabrik semen Rembang sekarang masih dalam proses uji coba dan bahan bakunya seperti batu kapur didatangkan dari pabrik perseroan yang berada di Tuban, Jawa Timur.

"Kami sudah memiliki izin operasi pabrik Rembang, tapi dalam masa uji coba kami memerlukan bahan baku dan didatangkan dari Tuban bukan dari Rembang," katanya.

Dia menambahkan perseroan sempat mengalami kekurangan pasokan bahan baku untuk beroperasi secara normal. Untuk itu, Semen Indonesia harus mendatangkan bahan baku dari pabrik lain.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP