Masih banyak miskin, pelanggan 900 VA minta batalkan hapus subsidi
Merdeka.com - Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) beserta puluhan masyarakat miskin melakukan aksi unjuk rasa menolak pencabutan subsidi pelanggan tarif dasar listrik (TDL) 900 VA di depan Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (22/5). Menurut mereka, pelanggan 900 VA juga masih banyak yang masuk golongan masyarakat miskin.
Koordinator Aksi, Vincent Lajar mengatakan aksi demo ini dilakukan untuk menuntut pemerintah membatalkan kenaikan TDL 900 VA dan kembali menerapkan subsidi.
"Kita menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik 900 VA, juga meminta pemerintah kembali memberikan subsidi kepada masyarakat kecil," ungkapnya.
Vincent menolak klaim pemerintah bahwa masyarakat miskin seluruhnya menggunakan listrik 450 VA. "Jadi sebagian besar masyarakat kecil sudah menggunakan listrik 900 VA, bukan lagi yang 450 VA. Yang datang ini (peserta aksi), pakai 900 VA," tukasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta aksi, Sofyan (40) mengungkapkan pasca kenaikan tarif dasar listrik (TDL), jumlah tagihan listrik di rumahnya membengkak.
"Kita pakai meteran yang lama. Kalau dulu biasanya Rp 20.000 sampai Rp 25.000-an, sekarang bisa sampai Rp 100.000-an lebih," ujarnya.
Oleh karena itulah, Sofyan mengharapkan pemerintah membatalkan kenaikan TDL 900 VA, bahkan menurunkan tarif. "Kalau bisa diturunin berapa persen lah, biar kita yang miskin tidak terbebani," tutup Sofyan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pencabutan subsidi listrik rumah tangga 900 VA (Volt Amper) adalah demi keadilan. Sebab, selama ini penerima manfaat tersebut lebih banyak dari golongan ekonomi mampu.
"Banyak sekarang rumah yang sebenarnya mampu, tapi mereka juga pakai listrik subsidi, ada rumah mampu ternyata tempat dia pakai listrik subsidi meterannya, sehingga semuanya di bawah 60 volt," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa.
"Jadi untuk lebih adil-lah, betul-betul subsidi kepada orang yang membutuhkan," lanjut dia.
Berdasarkan hasil kajian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), total pelanggan listrik 900 VA di Indonesia berjumlah 22,9 juta rumah tangga, namun hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.
Sementara itu, sisanya 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya