'Masih banyak belum paham, OJK dikira sama dengan BI'
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersosialisasi dengan seluruh stakeholder di Sulawesi Selatan. Sosialisasi tersebut dilakukan lantaran belum banyak yang tahu fungsi dan peran OJK dalam sektor keuangan saat ini.
"Karena masih kurang orang yang memahami apa itu OJK maka tidak jarang OJK dikira sama dengan Bank Indonesia (BI) atau bagian dari perbankan umum. OJK bukan bank umum, bukan Bank Indonesia dan bukan bagian dari kementerian keuangan. OJK independen," ujar Direktur Deputi Informasi dan Dokumentasi OJK Sulsel Sabaruddin di Hotel Novotel Grand Shayla, Makassar, Senin (30/11).
Dia menegaskan, OJK itu setara dengan BI. Bahkan, fungsi BI diambilalih oleh OJK yaiutu mengawasi perbankan, pasar modal, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) seperti asuransi dan pembiayaan serta mengawasi lembaga keuangan mikro yang berhubungan dengan usaha-usaha kecil.
Sementara itu, Kepala Bagian Informasi dan Dokumentasi OJK Sulsel Andi M Yusuf mengatakan, OJK juga memiliki peran dalam penyidikan pelanggaran di sektor keuangan. Namun, penuntutan tetap dilakukan pihak Kejaksaan berdasarkan rekomendasi dari OJK. Di departemen penyidikan ini diantaranya ada polisi dan dari OJK sendiri yang diangkat sebagai Penyidik PNS atau PPNS.
"Mungkin orang pernah kenal kasus investasi bodong seperti Kospin yang pernah populer juga ada bisnis online MMM atau Manusia Membantu Manusia (triple M)," jelas Andi.
Kepala Penerangan (Kapen) Koopsau II, Letkol Sus Andi Arman mengaku sosialisasi OJK ini sangat dibutuhkan masyarakat sehingga masyarakat bisa tahu pegaudan laporan kejahatan di sektor keuangan.
"Anggota prajurit kami ada ribuan orang. Kami rencana mengundang OJK untuk sosialisasi peran dan fungsinya kepada prajurit-prajurit kami," kata Letkol Sus Andi Arman.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya