Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Margin kecil, SPBU hindari jual BBM jenis premium

Margin kecil, SPBU hindari jual BBM jenis premium SPBU. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur BBM BPH Migas, Hendri Rahmat mengatakan bahwa pihaknya telah terjun langsung ke lapangan menyelediki penyebab sulitnya menemukan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di beberapa daerah.

Hendri mengungkapkan, ada dua hasil temuan yaitu penghematan stok premium agar mencukupi sampai akhir tahun dan ada SPBU yang memang tidak mau menjual jenis premium.

"Indikasi di lapangan ada dua situasi yang terjadi, pertama ada beberapa wilayah yang karena kekhawatiran tidak cukup sampai akhir tahun mereka berusaha mengurangi," kata Hendri dalam sebuah acara konprensi pers di kantornya, Rabu (7/3).

Untuk SPBU yang tidak mau menjual, Hendri menjelaskan alasannya adalah karena margin atau keuntungan dari penjualan premium sangat kecil. Perbedaan dengan margin bahan bakar jenis lain cukup jauh sehingga mereka lebih memilih menjual jenis bahan bakar lain seperti pertalite dan pertamax.

"Kedua, dari SPBU sendiri karena margin premium lebih kecil dari pertalite atau pertamax, premium marginnya Rp 280 per liter, kalau pertalite Rp 400," ujarnya.

Namun demikian, di sebagain wilayah, penyalur melihat bahwa masyarakat lebih menggemari bahan bakar jenis lain dibanding premium.

"Sebagian penyalur di lokasi tertentu melihat animo masyarakat dialihkan ke pertalite, jadi dia nggak nebus premium, dia minta saja pertalite. Di samping itu juga ada upaya Pertamina mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM yang oktannya lebih tinggi."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP