Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Maret 2018, ESDM evaluasi kampanye hemat listrik

Maret 2018, ESDM evaluasi kampanye hemat listrik Hemat energi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah telah menggelorakan penghematan nasional konsumsi listrik sebesar 10 persen, sejak 15 Mei 2016. Gerakan diklaim bertujuan mewujudkan keadilan energi tersebut diperkirakan bisa menghemat anggaran negara sekitar Rp 1 triliun.

Direktur Konservasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Farida Zed mengatakan, pihaknya bakal mengevaluasi gerakan tersebut pada Februari atau Maret 2017. Menurutnya, setahun sejak kampanye digulirkan, masyarakat sudah lebih bijak dalam mengonsumsi listrik. Kendati demikian, dia belum bisa mengungkapkan sebesar besar keberhasilan gerakan penghematan nasional tersebut,

"Ini memang suatu perubahan perilaku yang kami lakukan terus menerus. Ini butuh waktu untuk melihat seperti apa capaiannya," ujarnya di sela-sela rangkaian kegiatan hemat energi di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (21/5).

Dia menguraikan, hemat listrik bisa dilakukan dengan cara sederhana. Semisal, mematikan alat elektronik jika tak dipakai, mengoptimalkan penggunaan kertas, menutup lemari pendingin dengan rapat.

Kemudian, mengatur pendingin ruangan pada suhu 24 derajat.

"Secara mudah dapat dilakukan dengan cara 3M yaitu mematikan, memilih dan mencabut," katanya.

"Mematikan semua benda yang berhubungan dengan listrik saat tidak digunakan. Memilih lampu atau alat elektronik yang tidak hemat energi. Kemudian mencabut stacker dari saat sudah tidak digunakan."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP