Maraknya Isu Negatif Sawit Jadi Tantangan Harus Diselesaikan
Merdeka.com - Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo) memahami kelapa sawit dalam negeri masih menghadapi banyak tantangan. Selain persaingan ekonomi global, maraknya isu-isu negatif dan belum dipahaminya manfaat kelapa sawit secara menyeluruh menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan.
"Tidak hanya berdampak pada munculnya persepsi negatif di masyarakat awam, stigma negatif sawit ini secara terstruktur juga menyasar generasi muda dan peserta didik di sekolah," kata Bidang Internasional dan Pengembangan SDM DPP Apkasido, Djono Albar Burhan, Jumat (5/11).
Dia mengatakan, secara manfaat padahal kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari kelapa sawit. Baik yang daerahnya merupakan penghasil sawit maupun yang bukan, semua tidak lepas dari sawit.
Di mana penggunaan kelapa sawit tidak hanya terbatas untuk minyak goreng saja, tetapi kelapa sawit ditemukan dalam berbagai bahan kebutuhan sehari-hari. Seperti kosmetik, lipstik, obat-obatan, hand sanitizer, hingga berbagai macam jenis makanan ringan yang ada di minimarket juga memiliki kandungan minyak sawit di dalamnya.
"Itulah hebatnya kelapa sawit, bisa jadi bahan baku berbagai macam industri," ungkap Djono.
Kepala BPTIK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Siswanto menyampaikan, industri perkebunan kelapa sawit Indonesia sebetulnya telah menunjukkan pencapaian yang sangat pesat. Pencapaian tersebut berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Baik dari segi kontribusinya terhadap pendapatan negara maupun besarnya tenaga kerja yang terserap.
Selain itu, sektor industri perkebunan kelapa sawit juga terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar perkebunan sawit. Diketahui, persentase penduduk miskin di sekitar perkebunan sawit jauh lebih rendah dibandingkan angka penduduk miskin nasional.
"Industri minyak kelapa sawit dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Siswanto.
Sawit Masuk Kurikulum Pelajaran
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAtas dasar itu, besarnya kontribusi sawit bagi perekonomian serta manfaatnya perlu didorong agar pemahaman terhadap sawit dapat diketahui masyarakat. Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Aris Munandar pun mendukung apabila nantinya informasi tentang kelapa sawit ini menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran pada instansi Pendidikan.
"Informasi tentang sawit dapat menjadi suplemen dalam kurikulum pembelajaran. Atau mungkin sebagai kurikulum muatan lokal untuk bisa memberikan tingkat pemahaman yang lebih baik kepada anak-anak," kata Aris.
Selain itu, Aris juga mendukung jika informasi tentang sawit disebarkan di lingkungan Pendidikan hingga lingkungan masyarakat. "Hal-hal yang substansial dan sangat dibutuhkan dalam menambah wawasan anak-anak, guru-guru, dan masyarakat terhadap kelapa sawit," kata Aris.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya