Marak aksi teror, pemerintah belum berniat tambah dana penanggulangan terorisme
Merdeka.com - Indonesia tengah berduka menyusul serangkaian aksi teror di sejumlah lokasi. Mulai dari teror di Mako Brimob Kelapa Dua di Depok Jawa Barat, tiga gereja di Surabaya, rusunawa di Sidoarjo sampai terbaru di Mapolda Riau.
Melihat maraknya serangan teroris, pemerintah belum berniat meningkatkan anggaran penanggulangan terorisme. Di mana, porsi anggaran tersebut berada pada Polri dan Kementerian Pertahanan.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima pengajuan penambahan anggaran untuk penanggulangan terorisme. Artinya, porsi anggaran masih sesuai dengan yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.
"Polisi dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) melaksanakan fungsi itu dari anggaran yang sudah ada. Sampai saat ini belum ada usulan anggaran tambahan untuk polisi dan BPNT," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (17/5).
Untuk diketahui, tahun ini Polri memiliki jumlah anggaran sebesar Rp 95,03 triliun sementara Kementerian Pertahanan memiliki jumlah anggaran sebesar Rp 107,68 triliun. Masing-masing realisasi penyerapan anggarannya telah mencapai 16,95 persen dan 19,03 persen hingga April 2018.
"Mudah-mudahan dengan dana yang sudah ada, sudah mencukupi tugas polisi dan untuk penanggulangan teroris, dengan dibantu oleh TNI," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya