Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Marak aksi skimming, kepercayaan nasabah pada perbankan bisa merosot

Marak aksi skimming, kepercayaan nasabah pada perbankan bisa merosot ATM . Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pengamat perbankan, Hilmi Rahman Ibrahim meminta perbankan segera membenahi sistem teknologi untuk mengatasi dan mencegah aksi skimming tak terjadi lagi. Sejauh pengamatannya, penanganan yang sering dilakukan oleh perbankan adalah mendata korban skimming serta mengembalikan uang nasabah yang hilang.

"Jadi kalau sudah ada korban, cukup ditanggung selesai, ini penanganan pertama dari skimming. Bank akan ganti kerugian nasabah korban skimming," ungkapnya dalam diskusi, di Hotel Diradja, Jakarta, Selasa (10/4).

Namun demikian, perbankan katanya tidak cukup kuat menangkal kasus skimming yang memang bukan hal baru dalam dunia perbankan.

"Kasus skimming sudah selalu menjadi ancaman karena sudah 62 kali, berdasarkan catatan yang saya dapatkan. Jadi ini bukan sesuatu yang baru. Kalau bukan sesuatu yang baru maka penanganan harus cepat, dan bersifat mengatasi persoalan," katanya.

Jika perbankan lambat mengatasi masalah ini, maka sebagai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lama-kelamaan akan tergerus.

"Perbankan itu jasa. Sangat sensitif. Bayangkan kalau setiap minggu ada kejadian skimming. Kemudian pihak perbankan hanya bertahan dengan siapa korban, datang ke saya saya ganti. Kepercayaan pada institusi bank, yang lama-kelamaan melorot," tegas dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP