Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan orang kaya yang rugi Rp 439 T coba bangkit dengan bisnis baru

Mantan orang kaya yang rugi Rp 439 T coba bangkit dengan bisnis baru Eike Batista. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan miliuner Brasil, Eike Batista mencoba kembali bangkit dengan mengincar pendapatan ratusan juta dolar Amerika (USD) untuk proyek dan usaha barunya. Batista sendiri pernah tercatat sebagai orang terkaya ke-7 dunia pada 2012. Saat itu, Batista mengantongi kekayaan sebesar USD 34 miliar atau setara dengan Rp 439 triliun.

Beberapa tahun lalu, kerajaan bisnis Batista yang bernama EBX runtuh karena perusahaan pengeborannya minyak dan gasnya mencatatkan kerugian. Hal ini terjadi karena ladang minyak yang dijanjikan investor akan menghasilkan banyak minyak dan gas ternyata hampir kering.

Dilansir dari businessinsider, kebangkrutan Batista kala itu terjadi karena dia harus berhadapan dengan investor dari Abu Dhabi yaitu Mudahala dan PIMCO yang telah menyita aset Batista seperti mobil mewah, kapal pesiar dan pesawat. Saat itu Batista kehilangan hampir seluruh kekayaannya yaitu USD 34 juta dan menghempaskan dia dari deretan orang terkaya dunia. Dari data Bloomberg, kekayaan Batista saat ini negatif USD 1,6 miliar.

Kini Batista mencoba kembali bangkit dengan bisnis barunya yaitu mengkloning sapi dan menghasilkan viagra yang larut di bawah lidah. Selain itu, dia juga akan menjual biomassa ke Inggris yang yang akan membantunya kembali meraup kekayaan.

Saat ini dia sedang mencari modal sebesar USD 180 juta untuk tanaman tebu di Rio de Janeiro dan USD 250 juta untuk proyek ekspor biomassa tebu untuk kebutuhan listrik di Inggris. Dia disebut kembali akan mendapatkan keuntungan dari bisnis ini.

Mengingatkan saja, tahun 2012 silam, Eike Batista masuk dalam peringkat ketujuh orang terkaya dunia. Dia juga berambisi melampaui kekayaan Carlos Slim, orang paling kaya di dunia, dengan bisnis minyaknya.

"Saya akan menjadi orang paling kaya sedunia," ujar Batista tahun 2012 seperti yang dikutip dari Forbes.

Tahun 2013, ternyata bukan tahun keberuntungan bagi Batista. Peringkat dia merosot tajam menjadi nomor 100 dengan nilai kekayaan hanya USD 10,6 miliar atau sekitar Rp 102,65 triliun.

Praktis kekayaannya berkurang USD 19,4 miliar (Rp 187,86 triliun) selama setahun terakhir atau sekitar 65 persen. Hal itulah yang membuat Batista menjadi orang terkaya dengan kerugian paling banyak.

Menurut perhitungan pihak Forbes kala itu, dalam setahun terakhir, kekayaan Batista berkurang USD 1,6 miliar (Rp 15,4 triliun) per bulan, USD 53,15 juta (Rp 514,7 miliar) per bulan, dan USD 2 juta atau Rp 19 miliar per jam.

Harga saham perusahaan-perusahaan milik Batista diketahui telah turun secara signifikan. Di antaranya adalah OGX Petroleo e Gas Participacoes SA yang labanya turun 80,25 persen karena tidak adanya minyak dan gas yang didapat.

Tahun 2012 adalah tahun yang buruk bagi Batista. Selain merugi, anaknya, Thor Batista, juga telah menabrak hingga tewas anak yatim yang bekerja harian pada saat ngebut di daerah miskin di Rio. Alih-alih mengaku bersalah, pengacara miliarder itu menyalahkan pekerja yang telah tertabrak.

Di sisi lain, kerugian yang dialami Batista itu telah mencoreng nama dia di kampung halamannya. Kekayaannya dituduh hanya di atas kertas saja. Selain itu, posisi ayahnya yang merupakan Menteri Energi dan Pertambangan Brasil juga disinyalir membantu Batista meraup pundi-pundi emasnya.

Tak hanya itu, salah satu perusahaan pertambangan miliknya, MMX Mineracao e Metalicos SA, tengah didenda USD 1,8 miliar oleh Ditjen Pajak Brasil atas dasar penggelapan pajak tahun buku 2007-2008. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP