Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan menteri era Megawati sebut 50 persen rakyat Indonesia miskin

Mantan menteri era Megawati sebut 50 persen rakyat Indonesia miskin Pemukiman kumuh di kolong Tol Pluit. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bank Dunia memberikan gambaran, orang yang hidup dengan pengeluaran di bawah USD 2 per hari atau setara Rp 26.000 (kurs Rp 13.000 per USD), masuk dalam kategori miskin. Jika mengacu pada patokan Bank Dunia, ekonom Kwik Kian Gie menyebut hampir separuh rakyat Indonesia masuk kategori miskin.

"Kalau kriteria ini yang dipakai, 50 persen dari rakyat Indonesia (masuk kategori) miskin," kata Kwik Kian Gie dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (18/3).

Bekas Menteri Koordinator Perekonomian, Keuangan, dan Industri era Presiden Megawati ini menuturkan, sejak zaman kolonial, perekonomian Indonesia ditopang ekonomi pedesaan yang mandiri. Sementara saat ini, ekonomi nasional bertumpu pada ekonomi perkotaan.

Sayangnya, tidak adanya 'hubungan harmonis' antara ekonomi perkotaan dan pedesaan. Kwik menjelaskan, melesatnya ekonomi perkotaan ditandai dengan penduduk yang makin sejahtera dan maju, tidak memberi efek penarik ke ekonomi pedesaan. Akibatnya, ketimpangan antara kaya dan miskin makin jelas terlihat. Sejauh ini tidak ada kemajuan dalam perbaikan ketimpangan kaya dan miskin.

"Ketimpangan antara kaya miskin selalu terjadi dalam sistem ekonomi liberal yang sifatnya adalah persaingan bebas, cut throat competition dengan akibat survival of the fittest (yang kuat yang bertahan)," katanya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP