Mantan kepala BIN ditunjuk jadi dirut agar Freeport 'aman' di Papua?
Merdeka.com - Dalam beberapa bulan terakhir, tongkat komando PT Freeport Indonesia berada di tangan Maroef Sjamsudiin. Dia ditunjuk sebagai direktur utama Freeport Indonesia menggantikan Rozik Soetjipto yang memasuki usia pensiun.
Bukan tanpa sebab Maroef diberi kursi empuk dirut Freeport. Saat masih bertugas di Badan Intelijen Negara, Maroef dianggap berjasa membantu menyelesaikan konflik antara rakyat Papua dengan manajemen Freeport. Apakah penunjukan Maroef sebagai Dirut Freeport agar perusahaan ini 'aman' di Papua?
Bupati Mimika Eltinus Omaleng tidak menaruh kecurigaan apapun atas penunjukan mantan kepala BIN sebagai bos baru Freeport. Dia hanya mengatakan bahwa bos baru perusahaan tambang yang berafiliasi ke Freeport McMoran di AS itu lebih baik dari sebelumnya.
Bahkan dia mengaku sudah bertemu dan berdiskusi langsung dengan Maroef. "Iya sekarang lebih baik, masyarakat juga menerima dan saya sudah rapat dengan beliau," ucap Eltinus singkat.
Maroef adalah purnawirawan Marsekal Muda TNI Angkatan Udara Republik Indonesia. Dia menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2014. Dia memperoleh gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies.
Maroef pernah menyampaikan keinginannya agar Freeport bisa melaksanakan strategi investasi jangka panjang di Papua.
"Ini merupakan saat yang paling menarik bagi PTFI yang akan mengembangkan tambang baru di Papua yang akan memberikan banyak manfaat bagi karyawan, masyarakat setempat, pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan sepanjang beberapa dekade yang akan datang." (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya