Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Malaysia punya lembaga verifikasi online produk halal dunia

Malaysia punya lembaga verifikasi online produk halal dunia halal mui. ©maubelajardulu.blogspot.com/mycookroom.wordpress.com

Merdeka.com - Permintaan produk halal kian hari kian meningkat. Masyarakat, utamanya kaum muslim, memang dituntut untuk hanya mengonsumsi produk-produk halal.

Permintaan produk halal nyatanya tidak hanya di butuhkan di Indonesia, masyarakat dunia semakin sadar terhadap tingginya kebutuhan produk-produk halal.

Guna mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal, perlu lembaga yang berkompeten untuk melakukan pemeriksaan produk dan memberikan sertifikat halal. Di Indonesia, sertifikat halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di luar negeri, relatif tidak mudah untuk menghubungi lembaga yang dapat mengeluarkan sertifikat halal atau lembaga yang bisa ditanya mengenai kehalalan sebuah produk.

Dikutip dari Business Insider, sebuah lembaga verifikasi produk halal berbasis di Malaysia, Dagang Halal, membuat layanan daring agar seseorang bisa mengetahui apakah sebuah produk termasuk halal atau tidak.

Verifikasi produk itu tidak hanya meliputi makanan dan minuman, tetapi juga barang-barang kebutuhan dan perawatan pribadi, perawatan kesehatan dan farmasi, dan beberapa jenis produk lain.

Nyatanya, sebuah lembaga dapat melakukan konfirmasi mengenai kehalalan suatu produk, memiliki prospek yang cerah. Seperti Dagang Halal, yang kini berencana melenggang ke bursa saham London, London Stock Exchange (LSE).

Grup dagang tersebut berharap bisa menjadi anggota bursa London pada Maret 2016.

"Pasar halal global sangat besar, dan teknologi digital akan membawa pasar halal ke era abad 21," kata CEO Dagang Halal, Mohamed Hazli Mohamed Hussain, Selasa (23/2).

"Lebih dari USD 1 triliun dihabiskan untuk makanan dan minuman halal setiap tahun dan angka tersebut diproyeksi meningkat hingga USD 1,6 triliun pada tahun 2018."

"Dengan semakin meningkatnya penggunaan internet dan telepon pintar di seluruh dunia, sangat mendukung kemudahan untuk mendapatkan verifikasi kehalalan sebuah produk."

Dagang Halal hampir melipatgandakan keuntungannya dari 2012 hingga 2015 mencapai 3,40 miliar ringgit atau £572,000 in 2015.

Populasi Muslim berpotensi meningkat dari 1,6 miliar pada 2010 menjadi 1,8 miliar di 2020 dan layanan Dagang Halal akan semakin dibutuhkan.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP