Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luncurkan asuransi syariah, Adira Insurance incar premi Rp 5 M/tahun

Luncurkan asuransi syariah, Adira Insurance incar premi Rp 5 M/tahun Adira Insurance luncurkan asuransi syariah. Istimewa©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Adira Insurance melalui unit bisnis syariahnya meluncurkan produk baru yaitu asuransi perjalanan syariah (Travellin Syariah) untuk jamaah ibadah umroh dan haji. Produk ini menggunakan akad wakalah bil ujroh.

Sharia Division Head Adira Insurance, Bimo Kustoro mengatakan, Adira Insurance optimistis perolehan premi Travellin Syariah mampu mencapai Rp 5 miliar setiap tahun. Travellin Syariah memberikan perlindungan kepada pelanggan dalam bentuk asuransi ketidaknyamanan dalam perjalanan, perlindungan terhadap risiko kecelakaan, dan perlindungan kesehatan saat peserta dalam perjalanan ke tanah suci.

"Travellin syariah memberikan perlindungan menyeluruh dan tepat guna kepada para jamaah haji dan umrah, yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," ujar Bimo, dalam keterangan persnya, Senin (10/10).

Menurut Bimo, produk anyar ini akan didistribusikan melalui agen atau biro perjalanan yang menjadi mitra Adira. Agen atau biro perjalanan tersebut tentunya menyediakan layanan perjalanan haji dan umrah.

Hingga saat ini, Adira Insurance Syariah telah meluncurkan 10 produk, antara lain Autocillin Ikhlas, Motor Mikro Syariah, Home Insurance, dan lain-lain.

Bisnis asuransi syariah Adira Insurance terus bertumbuh setiap tahun. Secara keseluruhan, porsi bisnis syariah terhadap total portfolio bisnis perusahaan hampir mencapai 9,82 persen. Adapun pangsa pasar Adira Insurance Syariah di industri sebesar 11,03 persen pada 2015.

Tahun ini, Adira Insurance Syariah menargetkan tumbuh 46 persen dari realisasi premi sepanjang tahun lalu. Per September 2016, premi bruto perusahaan tercatat lebih dari Rp 180 miliar atau meningkat 57 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Salah satu strateginya, memasarkan produk dengan berbagai metode pemasaran antara lain bekerja sama dengan bank, leasing, dan instansi keuangan lainnya, serta direct selling. Tidak hanya itu saja, kami juga melakukan cross selling terhadap pelanggan eksisting," ujarnya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan asuransi umum syariah di Indonesia masih menunjukkan keuangan yang bertumbuh. Premi bruto asuransi syariah per 2015 masih tumbuh 10,87 persen. Sementara aset dan investasi pun tumbuh masing-masing sebesar 13,14 persen dan 12,53 persen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP