Luhut soal Pembangunan Ibu Kota Baru: Kita Butuh Dana, Tapi Jangan Mau Dikendalikan
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan bahwa dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Oleh karen itu, pemerintah terus mendorong investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Namun, Luhut menegaskan bahwa bukan berarti pendanaan dari negara lain membuat Indonesia tunduk dan dikendalikan semau mereka.
"Ini saya tadi juga bahas tentang struktur pendanaan. Kita mau pendanaan, tapi jangan mau dikendalikan. Kita yang harus kendalikan," papar Luhut dalam Dialog Nasional Merajut Konektivitas di Ibu Kota Negara, Rabu (26/2).
Luhut menyatakan proses pembentukan masterplan pembangunan ibu kota terus berjalan. Investor asing sudah sudah banyak yang ingin masuk.
"Amerika, Jepang, India, Arab, Singapura banyak sekali. Indonesia masih jadi bullish bagi investor, sehingga mereka betul-betul berminat berinvestasi di kita," imbuh Luhut.
Bahkan, menurut Luhut konsep IKN disukai oleh putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump.
"Sepuluh hari yang lalu saya ke White House, saya ketemu Ivanka, mereka sangat tertarik dengan konsep Jokowi soal IKN," ujar Luhut.
28 Februari, Calon Investor Dunia di Ibu Kota Baru Temui Presiden Jokowi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyebut para miliarder dunia calon investor ibu kota baru siap bertemu Presiden Jokowi. Rencananya pertemuan para calon investor dengan presiden dilakukan pada 28 Februari.
"Nanti tanggal 28, kita berharap Masayoshi datang menghadap presiden. Bersama Tony Blair dan Greensill. Ya dia mau investasi," tegasnya seusai menggelar rapat di Gedung Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu, (19/2).
Terkait dengan bidang investasi yang dilirik oleh miliarder dunia tersebut, Menko Luhut belum mau membeberkannya. "Ya komitmen dia ada, mau tau aja," pungkasnya.
Sebagai informasi, Masayoshi Son merupakan Chief Executive Officer Softbank. Sedangkan, Tony Blair merupakan mantan perdana menteri Inggris.
Sementara, Greensill adalah perusahaan pembiayaan supply chain asal Inggris. Perusahaan ini didirikan oleh mantan eksekutif perbankan Lex Greensill pada tahun 2011. Greensill adalah bagian dari SoftBank Group.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya