Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luhut: Pentingnya Investasi di Sektor Kesehatan

Luhut: Pentingnya Investasi di Sektor Kesehatan Luhut Binsar Panjaitan. ©2020 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pentingnya investasi di sektor kesehatan agar Indonesia bisa lebih siap untuk menghadapi pandemi.

Dia menjelaskan, Indonesia sempat mengalami kesulitan mendapatkan obat-obatan. Sebab, negara lain mendahulukan kepentingan domestik masing-masing.

Pada akhir tahun 2020 banyak yang berharap distribusi vaksin tahun 2021 dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Namun, distribusi vaksin dan kecepatan suntik yang tidak tidak merata antarnegara menyebabkan munculnya varian-varian baru.

"Sangatlah penting pemerintah fokus investasi di sektor kesehatan. Banyak negara kini juga turut fokus pada hal yang sama, karena mereka tidak mau terjebak dalam supremasi China dan India sebagai pusat produksi farmasi," kata Luhut dalam webinar Hipmi, Selasa (25/1).

Varian Delta yang pertama kali terjadi di India, pada pertengahan tahun 2021 ternyata masuk ke Indonesia dan menyebabkan gelombang kedua covid-19 dengan jumlah kasus yang lebih tinggi dibandingkan gelombang pertama.

Sesuai dengan tingkat transmisinya yang lebih tinggi, rumah sakit Indonesia penuh dengan pasien covid-19 dan banyak yang tidak dapat ditangani atau tidak mendapat oksigen.

Kendati begitu, gelombang kedua dapat diatasi dengan penerapan pembatasan pergerakan masyarakat melalui PPKM darurat, yang implementasikan dengan kerjasama semua pihak, baik Pemerintah, penegak hukum, ahli, dunia usaha dan masyarakat.

"Belajar dari gelombang pertama PPKM juga di relaksasikan secara perlahan atau per level sesuai penyebaran covid-19. vaksinasi dan 3T testing, tracing, dan treatment termasuk melalui PeduliLindungi terus digalakkan agar ekonomi dapat dibuka dengan aman," ujarnya.

Selanjutnya, varian omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada akhir November 2021 membuat seluruh negara termasuk Indonesia waspada. Berdasarkan pengamatan awal, varian omicron potensinya lebih mudah menular.

"Sejauh ini gejala yang ditunjukkan cenderung masih ringan namun kita tidak boleh menganggap enteng ini," imbuh Luhut.

Menurutnya, varian omicron bukan satu-satunya ketidakpastian yang harus dihadapi tahun ini, namun ada berbagai tantangan global semakin kompleks dan nyata didepan mata. Seperti ancaman penurunan likuiditas dari tapering off default di sektor properti China, hingga ancaman perubahan iklim.

Untuk itu, pemerintah harus menyiapkan iklim Indonesia agar tahan menghadapi berbagai tekanan ekonomi ini. "Pemulihan ekonomi dan transportasi ekonomi dilakukan secara berdampingan dengan mempertimbangkan tantangan global yang semakin besar," tandasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP