Luhut klaim Menkeu Sri Mulyani sepakat turunkan harga gas industri
Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mengakui pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas harga gas industri yang saat ini lebih mahal dibanding negara lain seperti Singapura. Dia mengklaim Menkeu Sri Mulyani setuju untuk menurunkan harga gas guna menstimulus industri.
Sekedar informasi, harga gas untuk industri saat ini sebesar USD 8 per MMbtu. Nilai tersebut lebih mahal dibanding Singapura yang sebagian gasnya impor dari Indonesia dengan harga gas sebesar USD 4 per MMbtu.
"Sudah itu, lagi bicara di Menkeu, saya kemarin sudah ngomong sama Sri Mulyani, saya juga lagi ngitung, kita lagi menghitung. Kita sepakat untuk prime for economy, enggak cuman jadi revenue negara saja," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (5/9).
"Dampak migas itu di hilirnya, jadi di hulu itu kita pemerintah punya share 48 persen. Nah, itu dikurangi berapa biar harga gas di hilir dekat-dekat di USD 4 - 5 per MMbtu," tambahnya.
Selain itu, lanjut Luhut, pihaknya juga akan menertibkan trader-trader gas nakal yang tidak memiliki infrastruktur gas lalu menjual alokasi gas mereka kepada trader lain. Sebab, hal ini membuat rantai pasok menjadi panjang dan harga gas untuk rumah tangga semakin mahal.
"Ya itu kita enggak mau, kita lihat satu-satu kita bongkar semua (trader nakal)," tuturnya.
Saat ini, Luhut mengakui sejumlah cara tengah dipertimbangkan untuk menertibkan para trader gas nakal. Sebab, pihaknya tidak ingin harga gas semakin mahal dan mencekik kantong masyarakat.
"Kita lagi cari atur yang terbaik dan untung buat masyarakat," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya