Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luhut Dapat Tambahan 2.200 Dokter Fresh Graduate & 20.000 Perawat untuk Lawan Corona

Luhut Dapat Tambahan 2.200 Dokter Fresh Graduate & 20.000 Perawat untuk Lawan Corona Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan akan menambah sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan guna mengatasi penyebaran varian baru Covid-19. Itu dilakukan dengan menarik para dokter lulusan baru (fresh graduate) dan ribuan perawat.

"Kita juga sudah dapat dokter yang baru lulus 2.200 orang mulai dikerjakan, di-training dulu, setelah beberapa hari baru diterjunkan. Kemudian juga 20.000 perawat," ujar Luhut dalam acara Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7).

Dengan kehadiran dokter fresh graduate dan perawat baru tersebut, Luhut berharap penyebaran varian baru Covid-19 bisa melandai dalam beberapa pekan ke depan.

"Tapi, tanpa disiplin kita tidak bisa. Oleh karena itu kesempatan ini juga saya ingin mengedepankan, ayo, kita harus semua bersama-sama mengatasi Covid-19," tegas dia.

Luhut turut menjamin ketersediaan obat-obatan, oksigen hingga tempat tidur untuk pasien Covid-19 hingga beberapa pekan ke depan. Meski stoknya sempat menipis, namun dia memastikan ketersediaan obat-obatan kini sudah mulai dikendalikan.

"Justru nanti pada tanggal 15 (Juli 2021) kita bakal launching paket obat sebanyak 300 ribu untuk orang-orang yang kena infeksi dari kasus ringan, tentu dengan arahan dokter," jelasnya.

Ketersediaan Oksigen

Selanjutnya, dia juga menyatakan ketersediaan oksigen telah ditata dengan baik. Luhut berharap stok oksigen secara bertahap akan makin baik suplainya mulai Kamis (15/7) besok.

"Selain itu sudah mulai berdatangan dari China, kita dapat oksigen ada 1.500 (ton) yang 5-10 liter, dan juga dari Singapura. Mungkin kita dekat-dekat 10 ribu (ton) akan kita terima," papar Luhut.

Pemerintah juga disebutnya tengah memproses impor 40 ribu ton oksigen cair. "Itu kita gunakan untuk kasus-kasus ringan, mungkin di perumahan atau di karantina-karantina. Itu akan diatur yayasan BUMN," sambungnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP