Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

LPS sebut lemahnya kebijakan jadi penyebab utama krisis keuangan dunia

LPS sebut lemahnya kebijakan jadi penyebab utama krisis keuangan dunia halim alamsyah. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema '20 Years Asian Financial Crisis: Strengthening Infrastructures for Financial Crisis Resolution'. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Oktober tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengajak segenap peserta seminar untuk mewaspadai bahaya krisis keuangan. Sebab, penyebaran krisis sangat cepat ke negara lain di dunia.

"Krisis finansial dapat dengan mudah menular, menyeberang ke berbagai negara, sehingga semakin memperkuat dampak buruk yang pada perekonomian," ungkap Halim dalam sambutannya di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (28/7).

Dia mengatakan bahwa penyebab utama krisis keuangan karena lemahnya kebijakan. "Krisis finansial global menunjukkan pada kita bahwa lemahnya regulasi di sektor industri keuangan dapat memberikan pukulan besar terhadap perekonomian," katanya.

Oleh karena itu, meskipun saat ini perekonomian dunia tengah menunjukkan perkembangan positif, bahaya krisis mesti tetap diwaspadai. "Pada 2017, perekonomian global menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan GDP 3,0 persen. Pertumbuhan ini paling kuat sejak 2011," jelas Halim.

Meskipun begitu, volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas perekonomian atau VUCA tetap harus diwaspadai. "Upaya rebalancing dalam perekonomian China terus berlanjut. Ketidakpastian kebijakan ekonomi US relatif masih tinggi dengan kemungkinan peningkatan secara bertahap the Fed rate," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP