LPS: Perbankan masih kuat hadapi pelemahan rupiah
Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai kondisi perbankan masih kuat mengabsorpsi rupiah yang terus melemah hingga menyentuh Rp 13.456 per USD. Saat ini, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan berada di level 20 persen dan kredit bermasalah (NPL) 2,5 persen.
"Kalau kita bandingkan dengan tahun 2008-2009, saat itu CAR masih di 17,5 persen. Sehingga, kalau pun rupiahnya terus melemah, kondisi perbankan ini relatif kuat mengabsorb rupiah," jelas Pelaksana Tugas Kepala LPS Fauzi Ichsan, Jakarta, Rabu (29/7).
Dia menambahkan, kondisi perbankan yang kuat saat ini dibentuk oleh pengalaman krisis keuangan 1998. Pada saat itu, perbankan Indonesia mengalami restrukturisasi.
Aset buruk perbankan diambil Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Pascakrisis, sebanyak 90 persen bank dinasionalisasi.
"Sehingga relatif aman. Karena kalau kita melihat pertumbuhan ekonomi masih 4,7 persen dan kita lihat pertumbuhan ekonomi dunia 3 persen. Dan selama masih ada pertumbuhan ekonomi, selama di atas 4 persen masih ada ruang bagi perbankan untuk mencetak Net Interest Margin," terangnya.
Menurutnya, pelemahan rupiah juga hanya berdampak kecil terhadap investasi.
"Yang penting masih ada pertumbuhan ekonomi walaupun menurun masih 4,7 persen dan harapannya bisa meningkat di atas 5 persen dan selama pelemahan rupiah juga masih dalam batas yang wajar." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya