LPS masih kejar aset eks Bank Century di luar negeri
Merdeka.com - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kartika Wirjoatmodjo mengakui masih mempunyai pekerjaan rumah besar terkait penjualan PT Bank Mutiara Tbk. LPS masih harus mengejar aset-aset yang dibawa kabur oleh pemegang saham lama Bank Century ke luar negeri.
Dia menyebut, aset-aset yang ada di luar negeri salah satunya aset yang sedang dipersidangkan di Swiss. Aset ini berada di Teltop Holding Company dengan nilai sebesar USD 155,9 Juta atau setara Rp 1,9 triliun yang ditempatkan di Dressner Bank Swiss.
"Aset ini salah satunya yang kami kejar. Karena nanti akan jadi pengembalian negara dan akan diterima LPS," ujar dia di Equity Tower, Jakarta, Kamis (20/11).
Kartika menegaskan aset-aset lainnya tersebar di pelbagai negara. Namun, dia enggan merinci potensi aset Bank Mutiara yang ada di luar negeri.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Hukum LPS Robert Bilitea mengatakan LPS akan terus mengejar pemegang saham lama yang merugikan Bank Mutiara selama ini. Robert menyebut itu adalah komitmen LPS ke pemegang saham yang baru.
"Intinya, kami akan membantu Bank Mutiara dalam mengembalikan aset yang dibawa kabur pemegang saham lama," kata Robert. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya