Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

LPG 3 Kg langka dan mahal, Pertamina salahkan spekulan

LPG 3 Kg langka dan mahal, Pertamina salahkan spekulan elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Elpiji (LPG) bersubsidi atau 3 Kg di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini semakin langka dan harganya kian melambung. Harga elpiji 3 Kg di kios rata rata mencapai Rp 30.000 per tabung. Padahal harga eceran tertinggi (HET) sudah ditetapkan sebesar Rp 16.000 per tabung.

Meski demikian, PT Pertamina Region VII Sulawesi Tengah mengklaim belum ada kelangkaan bahan bakar elpiji 3 Kg di Kota Palu.

"Tidak ada namanya kelangkaan, kalau disebut langka artinya elpiji tidak ada di pasaran," kata Sales Executive LPG Pertamina Region VII Sulteng, Bagus Sulistio Hadi seperti dihubungi Antara Palu, Rabu (15/3).

Saat ini menurutnya, elpiji masih tersedia di tingkatan pengecer, namun dengan harga yang lumayan tinggi dan tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 16.000 per tabung.

"Yang jadi masalah, pengecer atau pun pengumpul tidak masuk dalam ikatan kontrak dengan pihak agen, namun sebatas pangkalan saja," ujarnya.

Tidak tersedianya elpiji ditingkat pangkalan, kuat dugaan salah satunya disebabkan adanya spekulan yang mencoba untuk menyimpan stok, sehingga tabung semakin langka dan harga bisa menjadi naik dari harga HET Rp 16.000 yang telah ditetapkan.

"Untuk menyiasati itu, kami melakukan operasi pasar yang hingga besok, kami mencoba untuk melihat bagaimana ketersediaan elpiji saat ini di tingkatan masyarakat, serta diharapkan dapat menstabilkan harga yang telah naik," kata bagus.

Operasi pasar yang dilakukan pertamina dibenarkan oleh Camat Palu Selatan, Ashar Yotomaruangi yang telah melaksanakannya sejak dua hari lalu. "Kami pusatkan di kantor kecamatan, jika ada masyarakat yang membeli, silakan datang ke kantor saja," ujarnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP