Lobi Menperin muluskan masuknya produk tekstil dan sepatu Indonesia ke Eropa
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Vegard Kaale di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (18/4). Norwegia merupakan anggota European Free Trade Association (EFTA).
Dalam kunjungan itu, Sandberg berharap Indonesia bisa memberikan tarif murah untuk produk perikanan mereka.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bhs9HClHYBR/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bhs9HClHYBR/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Tadi di @kemenperin_ri saya bertemu dengan tamu dari jauh, Pak Per Sandberg Menteri perikanan Norwegia (kalau di sini bu @susipudjiastuti115 gitu deh) didampingi yang mulia duta besar Norwegia untuk Indonesia Pak Vegard Kaale. Membicarakan kemungkinan kerja sama Industri di Indonesia dengan industri perikanan Norwegia yang memiliki sumber daya laut dengan iklim berbeda dengan Indonesia. Menarik untuk menjajaki kerjasama ini mengingat Indonesia saat ini sedang menggalakkan kampanye makan ikan. Agar Indonesia maju dan Sumber daya manusianya siap untuk masa depan #fitforfuture #BersamamuIndonesiamaju #menujuIndonesiaMaju #Industri4.0</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">Sebuah kiriman dibagikan oleh <a href="https://www.instagram.com/airlanggahartarto4.0/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Airlangga Hartarto</a> (@airlanggahartarto4.0) pada <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-04-18T06:52:49+00:00">17 Apr 2018 jam 11:52 PDT</time></p></div></blockquote> <script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
Airlangga mengatakan, Norwegia meminta kemudahan beberapa produk perikanan mereka seperti salmon dan ikan cod bisa masuk ke pasar Indonesia dengan tarif rendah atau nol. "Mereka mengharapkan perundingan dilakukan Mei di Jakarta. Ini mereka mengharapkan agar bisa selesai," ujar Airlangga.
Dengan rencana kerjasama ekonomi ini, tentunya pemerintah Indonesia juga meminta kemudahan produk-produk dari Tanah Air untuk bisa masuk ke Eropa. Saat ini yang sedang didorong adalah produk tekstil dan footware (sepatu).
Dia berharap, produk tekstil dan footware dari Indonesia masuk dengan tarif lebih rendah ke negara mereka. Sebab, kata dia, saat ini produk tekstil seperti baju dan sepatu dari Indonesia yang masuk Eropa masih kena biaya masuk 10 hingga 20 persen. "Itu masih dibahas hingga tahun depan," tutur Airlangga.
Pada pertemua tersebut ikut dibahas persoalan yang dialami Indonesia mengenai pelarangan produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk masuk Eropa. Untuk diketahui, negara-negara di Uni Eropa akan melarang pemakaian produk CPO pada 2021 mendatang. Padahal, pemerintah menginginkan produk CPO dari Indonesia ini tembus Eropa.
Norwegia sendiri meminta produk CPO ini tak dimasukkan pada perundingan Mei nanti. "Sekarang ini yang jadi persoalan, kelapa sawit minta di-exclude, dikeluarkan dari perundingan," ucapnya.
Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan, menambahkan, selama ini produk-produk dari Indonesia sulit tembus Eropa, dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam.
"Jadi Pak Menteri minta sama-sama. Kalau Norwegia minta masuk ke sini, kami juga minta produk tekstil, footwear dan turunan CPO tidak dihambat di sana," ucap dia. (mdk/esy)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya