Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lindungi peternak, KPPU desak pemerintah buat harga eceran ayam

Lindungi peternak, KPPU desak pemerintah buat harga eceran ayam Ayam dan telur. preparednesspro.com

Merdeka.com - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengatakan harga ayam kerap mengalami anomali yang tidak rasional karena adanya monopoli harga. Sehingga, KPPU mendesak pemerintah untuk segara menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk industri perunggasan.

"Di dua daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah rupanya harga ayam sangat jatuh sekitar Rp 8.500 per kg di peternakan, khusus untuk peternak mandiri. Sementara, BPP mereka keluarkan sekitar Rp 18.000 per kg. Kalau dibiarkan terus, mereka terus merugi Rp 9.500 per kg," ujar Syarkawi di Kantor Institusi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF), Jakarta, Senin (22/2).

Untuk itu, dengan menetapkan harga eceran tertinggi maka pemerintah bisa melindungi peternak ayam mandiri. Dengan demikian, jumlah peternak mandiri bisa semakin meningkat.

"Menteri Perdagangan (Thomas Lembong) dan Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) harus fokus di peternak mandiri. Karena disini ada monopoli dimana peternak mandiri hanya sekitar 20 persen dari total seluruh populasi peternak di Indonesia. Sedangkan, 80 persennya sudah diurusi perusahaan," kata dia.

Dengan begitu, lanjut Syarkawi, upaya penerapan HET untuk ayam DOC maupun pakan ternak dinilai mampu menjadi solusi bagi peternak mandiri yang saat ini masih terkendala masalah harga. Nantinya, pemerintah juga bisa memerintahkan perusahaan pengolahan untuk bersedia menyerap ayam potong dari peternak mandiri pada harga yang wajar.

"Katakanlah Rp 3.750 per DOC sesuai Biaya Pokok Penjualan (BPP) DOC per ekor. Ayam potong juga ditetapkan eceran tertinggi untuk melindungi konsumen. Memang ini butuh tindakan penyelamatan," pungkas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP