Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lima negara dengan belanja militer terbesar 2015

Lima negara dengan belanja militer terbesar 2015 Arab gelar pameran pertahanan militer. ©REUTERS/Ben Job

Merdeka.com - Belanja militer dunia mulai meningkat sejak Amerika Serikat menarik pasukan dari perang Irak dan Afganistan. Pada 2015, total belanja militer dunia mencapai hampir USD 1,7 triliun, menanjak satu persen ketimbang tahun sebelumnya.

Demikian diungkap Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dalam laman resmi, kemarin. SIPRI adalah lembaga interanasional independen fokus melakukan riset terkait konflik, persenjataan dan pengawasannya, serta pelucutan senjata.

Belanja militer sebanyak itu setara dengan 2,3 persen produk domestik bruto (PDB) dunia. Amerika Serikat masih tercatat sebagai negara dengan belanja militer terbanyak, sebesar USD 596 miliar, meskipun turun 2,4 persen ketimbang 2014.

Sementara China meningkat 7,4 persen menjadi USD 215 miliar. Lalu Arab Saudi tumbuh 5,7 persen menjadi USD 87,3 miliar, dan Rusia naik 7,5 persen menjadi USD 66,4 miliar.

Berikut lima negara dengan belanja militer terbesar tahun lalu.

5. United Kingdom

kingdom rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

United Kingdom menduduki peringkat kelima dengan belanja militer mencapai USD 55,5 miliar. Naik satu peringkat ketimbang tahun sebelumnya.

United Kingdom mengisyaratkan masih akan menggenjot belanja militernya di tahun mendatang. Ini sejalan dengan Prancis dan Jerman, notabene negara dikenal memiliki anggaran militer besar.

Laporan SIPRI 2015 menandai untuk pertama kali sejak 2009, jumlah negara di Eropa Tengah yang meningkatkan belanja militernya lebih banyak ketimbang negara yang memangkas anggarannya.

4. Rusia

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Belanja militer Rusia mencapai USD 66,4 miliar. Meskipun naik 91 persen sejak 2006, namun Rusia hanya menduduki peringkat empat.

Menurut SIPRI, agresivitas Rusia yang meningkat menjadi faktor kunci yang mendorong belanja militer Negara Beruang Merah itu meningkat 13 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kendati demikian, Rusia dilaporkan bakal memangkas anggaran belanja militernya tahun ini. Sebab, pemasukan negara itu menciut seiring penurunan harga minyak dunia.

3. Arab Saudi

saudi rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Belanja Militer Arab Saudi mencapai USD 87,2 miliar. Naik 97 persen ketimbang satu dekade lalu.

Belanja sebesar itu juga setara 13,7 persen produk domestik bruto (PDB). Ini membuat Arab Saudi bercokol di peringkat tiga, menggeser Rusia.

Arab Saudi berpotensi memangkas anggaran belanja militernya tahun ini lantaran kemorosotan harga minyak dunia. Namun, negara kerajaan tersebut masih akan memprioritaskan belanja militer.

Ini menyusul permintaan Presiden AS Barrack Obama agar negara Timur Tengah memerkuat pertahanan dan keamanannya.

2. China

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

China diestimasi menghabiskan lebih dari USD 100 miliar untuk memerkuat lini militernya tahun lalu. Ini membuat China memertahankan posisinya di peringkat dua.

China diperkirakan bakal menekan anggaran belanja militer. Ini menyusul pelemahan ekonomi yang dialami Negeri Tirai Bambu tersebut

Kendati demikian, anggaran belanja militer China tetap saja menjadi yang terbesar di kawasan. Bahkan, empat kali lebih besar ketimbang India, notabene memiliki anggaran militer terbesar kedua di Asia.

Menurut SIPRI, peningkatan belanja militer di Asia didorong oleh konfilik Laut China Selatan.

1. Amerika Serikat

serikat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Secara keseluruhan, belanja militer Amerika Serikat tahun lalu sebenarnya turun 3,9 persen ketimbang 2006. Namun, investasi Paman Sam dalam peralatan perang tetap menembus USD 596 miliar.

Lebih boros ketimbang akumulusi belanja militer enam negara terbesar

Meskipun, belanja militer AS telah turun dalam lima tahun terakhir. Namun,AS masih mendominasi 36 persen dari total belanja militer dunia.

Penarikan pasukan dari Irak dan Afganistan dan pengetatan anggaran berkontribusi terhadap penurunan 21 persen belanja militer AS sejak 2010.

SIPRI memerkirakan belanja militer AS bakal konstan tahun ini.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP