Lima fokus Agus Marto di masa awal jadi bos BI
Merdeka.com - Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, hari ini, Jumat (24/5), resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2013-2018. Dia menggantikan posisi Darmin Nasution yang habis masa jabatan pada 22 Mei 2013.
Agus Marto mengucap sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, dan dihadiri sejumlah pejabat dan pelaku industri keuangan, utamanya perbankan. Turut hadir diantaranya adalah Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan.
Di awal masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyampaikan, setidaknya lima hal yang akan menjadi fokus utamanya.
"Saya akan hadir di BI dan bertemu dengan jajaran BI. Juga ke DPR, yang telah memberikan kepercayaan memegang mandat sebagai Gubernur BI. Yang akan saya lakukan paling tidak ada 5 area perhatian," tutur Agus di Mahkamah Agung, Jumat (24/5).
Lima fokus Agus antara lain, memperkuat kerangka kebijakan moneter dalam menghadapi kondisi perekonomian global. "Itu dimulai dengan terus meyakin secara efektif peluncuran kebijakan moneter untuuk meyakinkan terjadinya stabilitas sistem keuangan, stabilitas nilai tukar, suku bunga, dan target-target inflasi yang sudah dicanangkan bisa tercapai," ucap Agus.
Fokus kedua adalah mendorong penguatan stabilisasi sistem keuangan dengan menjaga dan meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. "Kita akan terus berupaya bekerja sama dengan otoritas fiskal dan riil, juga FKSSK untuk bisa sama-sama mencapai target inflasi yang tentu saja rendah dan stabil. Meyakinkan pasar uang, pasar devisa yang lebih kuat dan stabil. Revisi UU BI juga harus segera dilakukan, karena OJK akan bertugas mengawasi perbankan," jelas Agus.
Agus Marto juga akan fokus dengan masa transisi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agus Marto ingin meyakinkan pengalihan fungsi pengawasan bank ke OJK akan berjalan dengan baik.
"Kalau sekarang akan dialihkan tentu harus dialihkan dengan hati-hati. OJK akan fokus ke mikro prudensial, BI akan fokus ke makro prudensial. Mikro dan makro itu tidak boleh betul-betul dipisahkan. Kami akan berkoordinasi sebaik-baiknya dengan Otoritas Jasa Keuangan," papar Agus.
Agus juga akan mengawasi sistem pembayaran yang berada dalam kewenangan BI. Bank sentral akan mendorong sistem pembayaran yang efisien. "Tidak hanya sistem-nya baik, teknologinya juga baik, karena di dunia ini sudah ada sistem dan teknologi yang bisa menjadi rujukan," imbuh Agus.
Fokus terakhir mengenai fungsi kebanksentralan yang akan terus diperkuat mencakup beberapa area. Termasuk perkembangan perbankan syariah, financial inclusion, dan hubungan internasional.
"Kami juga mau meyakinkan bahwa BI mau fokus mendorong pergerakan ekonomi Indonesia yang baik, perkembangan UKM, dan iklim invest yang mendukung," tutup Agus. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya