Lihat sapi lokal bobot 800 kg, mentan yakin RI swasembada daging
Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimistis Indonesia bisa swasembada daging. Itu setelah melihat pengembangan rekayasa genetik PT Karya Anugerah Rumpin (KAR) berhasil menciptakan sapi berbobot 700-800 kilogram.
"Saya pikir sapi Limosin dan Brahman di Bali, ternyata itu sapi lokal namanya sapi onggo seberat 800 kg. Artinya dengan berat sapi lokal ini, kita bisa wujudkan swasembada daging," kata Amran dalam keterangan tertulisnya di Bogor, Kamis (7/1).
Untuk mengakselerasi swasembada daging, pemerintah telah menyiapkan sentra pengembangan sapi lokal. Yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Lampung.â¨
Selain itu, tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,8 triliun untuk pengembangan peternakan.
"Kementerian Pertanian akan menyiapkan lahan 2 juta ha bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan," imbuhnya.
Guna menghindari impor daging, kata Amran, pihaknya juga akan menyediakan 100 ribu indukan sapi dalam waktu dekat. Itu untuk menghasilkan pedet (anakan sapi) dalam jumlah besar.
"Jadi, kita tidak lagi bicara impor, sedikit-sedikit impor. Yang kita bicara adalah swasembada daging lokal dan ekspor. Kalau kebutuhan di DKI Jakarta sudah bisa dipenuhi dari sapi lokal, maka tidak ada namanya impor."
Sekedar informasi, sebanyak 70 persen daging impor dikonsumsi penduduk ibu kota negara.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya