Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Libur Lebaran lebih panjang, ESDM girang buat konsumsi BBM saat mudik makin hemat

Libur Lebaran lebih panjang, ESDM girang buat konsumsi BBM saat mudik makin hemat SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Penetapan libur Lebaran 2018 selama 10 hari, dari 11 sampai 20 Juni merupakan upaya pemerintah untuk menjaga arus mudik tetap lancar. Salah satu imbasnya ialah konsumsi bahan bakar kendaraan akan lebih irit.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siwanto, mengatakan tambahan cuti bersama Lebaran 2018 akan mengurai kepadatan arus mudik. Sebab, pemudik tidak terkonsentrasi ke kampung halaman pada waktu yang sama.

"Tambahan cuti merupakan untuk mengatasi mudik yang padat," kata Djoko, seperti dikutip di Jakarta, Kamis (7/6).

Djoko mengungkapkan, dengan arus mudik yang lancar maka akan membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi lebih irit. Meski sudah disiapkan tambahan pasokan BBM untuk kenaikan konsumsi saat mudik Lebaran.

‎"Mungkin 10 persen sudah pulang duluan. Dan kalau lancar tidak boros bahan bakarnya. Tapi justru lebih irit," tuturnya.

Djoko menyarankan pemudik, sebaiknya memastikan kesiapan kendaraan digunakan mudik, salah satunya tangki kendaraannya sudah terisi penuh dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Sebaiknya sebelum berangkat dipenuhi dulu tangki nya," ujar Djoko.

Djoko melanjutkan, saat di tengah perjalanan mudik sebaiknya pengisian bahan bakar juga diatur, sebelum BBM yang ada di tangki kendaraan habis sudah diisi penuh kembali.

Cara ini untuk menghindari antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), agar tidak terjadi penumpukan kendaraan karena mengisi BBM secara bersamaan. "Jangan nunggu abis ngantre, itu agar suplai tidak terhambat," ucapnya.

Dengan bertambahnya kendaraan baru dalam kurun satu tahun ini, maka jumlah pemudik diperkirakan akan meningkat pada tahun ini mencapai 13 persen dari tahun lalu. Dengan jumlah roda dua sekitar 7,67 juta dan mobil 3,46 juta unit.

Atas peningkatan jumlah pemudik tersebut, PT Pertamina (Persero) memprediksi peningkatan konsumsi BBM‎ saat momen mudik Lebaran. Untuk jenis bensin atau gasoline meningkat 15 persen dari masa mudik tahun lalu 91.541 kilo liter (kl) menjadi 104.877 kl pada mudik tahun ini, untuk jenis solar meningkat 6 persen dari 32.085 kl menjadi 33.989 kl.

‎Kenaikan konsumsi BBM diprediksi mulai meningkat pada 15 hari sebelum Lebaran, dengan puncak konsumsi saat arus mudik pada 9 Juni 2018, serta puncak prediksi arus balik pada 19 Juni 2018.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP