Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lewati Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III-2020 Naik 8,9 Persen

Lewati Masa Kritis, Realisasi Investasi Kuartal III-2020 Naik 8,9 Persen investasi. shutterstock

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal III-2020 mencapai Rp209 triliun, atau naik sebanyak 8,9 persen secara Quarter over Quarter (QoQ). Sementara, jika dibandingkan secara Year on Year (yoy) investasi kuartal III naik sebanyak 1,6 persen.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, capaian positif ini diakibatkan sektor investasi dalam negeri telah berhasil melewati masa kritisnya, yakni pada kuartal II lalu. Tercatat saat itu realisasi investasi mengalami penurunan menjadi Rp191,9 triliun.

"Kita sebagai warga negara terhadap program pemerintah harus optimis dan mewujudkannya. Alhamdulillah, bahwa masa kritis realisasi investasi sudah terlewatkan, kritis kita di kuartal II di mana investasi hanya Rp191,9 triliun. Di kuartal III ini investasi kita sebesar Rp 209 triliun atau 74,8 persen dari total target investasi 2020 Rp817,2 triliun," kata dia dalam Konferensi Pers Virtual Realisasi Investasi Triwulan III 2020, Jumat (23/10).

Bos BKPM merinci, kenaikan itu ditopang oleh realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kuartal III 2020 sebanyak Rp102,9 triliun, atau naik 2,1 persen secara yoy. Serupa, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) juga mengalami kenaikan menjadi Rp106,1 triliun atau naik 1,1 persen secara yoy.

BKPM juga mencatat lima sektor utama realisasi investasi pada triwulan II 2020 yakni sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebanyak Rp32,1 triliun. Lalu, sektor industri logam dasar, barang logam dan bukan mesin dan peralatannya sebanyak Rp24,6 triliun.

Kemudian, sektor listrik, gas dan air sebanyak Rp24,4 triliun, sektor konstruksi sebanyak Rp23,2 triliun, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebanyak Rp21,3 triliun.

Adapun berdasarkan sebarannya, realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat sebesar Rp28,4 triliun, DKI Jakarta sebesar Rp22,3 triliun, Banten sebesar Rp21,5 triliun, Jawa Timur sebesar Rp15,5 triliun dan Riau sebesar Rp13,0 triliun. Sementara lima negara asal investor utama sepanjang triwulan III yakni Singapura mencapai USD 2,5 miliar, China mencapai USD 1,1 miliar, Jepang mencapai USD 0,9 miliar, Hong Kong USD 0,7 miliar dan Belanda USD 0,5 miliar.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP