Lebaran, konsumsi listrik PLN turun drastis
Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memprediksi akan terjadi penurunan konsumsi listrik di wilayah Jawa Bali sebesar 30 persen. Bahkan, wilayah DKI Jakarta diprediksi akan mengalami penurunan konsumsi sebesar 50 persen.
Sementara, untuk konsumsi nasional, diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 10 sampai 20 persen.
"Kebutuhan listrik Jakarta pada hari-hari biasa sekitar 10.600 MW. Saat hari raya konsumsi listrik Jakarta akan turun hingga 50 persen, jadi sekitar 5.800 MW," ujar General Manager PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Eko Yudo Pramono seperti dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM, Senin (4/7).
Lanjut Eko, daya mampu netto listrik provinsi DKI Jakarta sebesar 10.527 MW, dengan daya mampu pasok 8.500 MW dan beban puncak normal siang hari sebesar 10.065 MW. Beban puncak normal malam hari sebesar 9.100 MW. Prakiraan Beban Puncak Hari Raya Siang Hari, 3.977 MW.
"Untuk cadangan putarnya 2.500 MW," ucapnya.
"Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu dari 12 provinsi dengan konsumsi listrik cukup besar yakni sekitar 40 persen beban listrik Jawa Bali," tambah Eko.
PLN nantinya akan melakukan pengaturan strategi beban rendah saat Idul Fitri. Pengaturan itu terdiri dari pengaturan frekuensi dan pengaturan tegangan dengan mengistirahatkan beberapa pembangkit.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya