Laju rupiah tertahan aksi wait and see
Merdeka.com - Analis Trust Securities Reza Priyambada dalam riset hariannya mengungkapkan, laju dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan seiring dengan positifnya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS). Atas dasar itu, kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp 11.975-Rp 11.943.
"Laju rupiah masih terbatas seiring wait and see pelaku pasar jelang rilis BI rate di pekan ini. Laju rupiah berada di atas target support Rp 12.000," kata Reza, dalam riset hariannya, Selasa (10/12).
Menurutnya,penguatan dolar AS dapat diimbangi oleh yuan. Ini lantaran China telah merilis data neraca perdagangan yang menunjukkan penaikan dan inflasi."Angkanya cukup stabil," kata Reza.
Rilis paket kebijakan ekonomi Indonesia kedua yang mengatur barang-barang impor sedikit ditanggapi positif. Soalnya, dipersepsikan akan menahan permintaan dolar AS dan akan membuat neraca perdagangan akan lebih baik. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya