Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurs Rupiah Masih Perkasa Seiring Masuknya Arus Modal Asing

Kurs Rupiah Masih Perkasa Seiring Masuknya Arus Modal Asing Rupiah. ©2018 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup menguat seiring masih masuknya arus modal asing di Surat Berharga Negara (SBN).

Rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.470 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.477 per USD.

"Hari ini memang Rupiah melanjutkan penguatan, namun memang ketidakpastian masih tinggi. Penguatan lebih disebabkan oleh kondisi likuiditas global yang masih tinggi dan masih adanya arus modal asing masuk di SBN," kata analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya di Jakarta, Selasa (6/7).

Selain itu, dengan liburnya Amerika Serikat yang memperingati hari kemerdekaan pada 4 Juli, indeks dolar AS masih tetap cukup stabil di kisaran 92.

"Market menunggu publikasi minutes of FOMC meeting yang akan dipublikasikan minggu ini," ujar Rully.

Sementara itu, dari domestik, pasar berkonsolidasi merespons eskalasi kasus harian Covid-19 yang terus mencetak rekor baru.

"Hal ini sudah tercermin dari pergerakan minggu lalu kalau saya rasa, dan pekan ini pasar sedikit konsolidasi melihat perkembangan dari sisi globalnya," kata Rully.

Pada Senin (5/7) kemarin, jumlah kasus baru Covid-19 mencapai 29.745 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 2.313.829 kasus.

Rupiah Pagi Hari

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.475 per USD. Sepanjang hari Rupiah bergerak di kisaran Rp14.463 per USD hingga Rp14.480 per USD.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.468 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.482 per USD.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP