Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kurangi beban jalur Pantura, PU andalkan Tol Trans Jawa

Kurangi beban jalur Pantura, PU andalkan Tol Trans Jawa proyek tol cikopo-palimanan. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum mengebut pembangunan ruas-ruas penting Tol Trans Jawa, utamanya Cikampek-Palimanan. Langkah ini diyakini dapat mengurangi beban perawatan jalur Pantai utara (Pantura) yang selama ini terus membengkak.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri PU Hermanto Dardak di sela-sela menghadiri pameran produk pangan Agrinex, di Jakarta, Jumat (28/3). "(Rampungnya Cikampek-Palimanan) Jelas membantu menghemat APBN untuk pemeliharaan Pantura," ujarnya.

Ruas Cikampek-Palimanan ditargetkan rampung pertengahan 2015. Saat ini pembangunan baru mencapai 20 persen.

Di sisi lain, pemeliharaan Pantura kian hari, kian membengkak. Dana merawat jalur favorit pemudik itu melampaui Rp 1 triliun saban tahun, dengan beban kendaraan yang terus bertambah. Dardak menjelaskan beban utama jalan nasional itu adalah angkutan truk. Kendaraan berbobot 10 ton rutin melewati Pantura setiap hari. Sedangkan, desain jalan raya di Pantura normalnya akan rusak pada tahun kesepuluh.

"Kenyataannya truk diizinkan 10 ton as, tapi dia angkut lebih dari 40 ton. Itu daya rusaknya 16 kali, semuanya kayak begitu, umurnya berapa lama," kata Dardak.

Oleh sebab itu, nanti truk diharapkan bisa memilih lewat Tol Trans Jawa, dibanding melalui jalan normal Pantura. Dardak optimis target Kementerian PU tercapai karena pembebasan lahan sudah 100 persen. Dana tersedia untuk merampungkan ruas Cikampek-Palimanan sebesar Ro 50 miliar per kilometer.

"Kita tenderkan konsorsium. Kita dapat komitmen bank-bank mendanai ini dan sudah berjalan," ungkapnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP