Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kunci Indonesia Terhindar dari Jebakan Kelas Menengah

Kunci Indonesia Terhindar dari Jebakan Kelas Menengah Muhammad Lutfi. ©Rumgapres/Abror Rizki

Merdeka.com - Pemerintah tak ingin lengah dengan status baru Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (middle income country). Menurutnya, Indonesia harus segera bergegas meningkatkan produk domestik bruto (PDB), agar tidak terperangkap dalam jebakan negara kelas menengah (middle income trap). Itu bisa diwujudkan lewat dua cara.

"Middle income trap hanya bisa diselesaikan lewat dua cara, yaitu investasi di dalam infrastruktur. Kedua, transfer teknologi," ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam sesi bincang virtual, Rabu (23/2).

Di samping itu, dia menambahkan, untuk menjadikan Indonesia keluar dari kelas menengah ini, pemerintah wajib meningkatkan PDB per kapita sebelum bonus demografi berakhir.

"Kalau menurut hitungan, itu berakhir antara 2038-2040," terang dia.

Kriteria Negara Tak Bisa Keluar dari Jebakan

tak bisa keluar dari jebakanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mendag Lutfi pun mencermati studi Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang menyatakan tidak ada satu negara pun di dunia yang bisa keluar dari middle income trap, jika populasi orang tuanya lebih banyak daripada yang muda.

"Oleh sebab itu, kita bangsa yang sedang bergegas. Kita lihat bapak Jokowi luar biasa bangun infrastruktur. Dan yang sekarang musti kita ikuti adalah transfer teknologi," tegas Mendag Lutfi.

"Karena hanya dengan transfer teknologi kita dapat menaikan secara eksponensial daripada trajectory pertumbuhan dan pendapatan per kapita Indonesia," pungkas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP