Kubu Prabowo: Thailand yang korup rasio pajak bisa 17 persen
Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto geram dengan rendahnya rasio pajak Indonesia sejauh ini. Rendahnya rasio pajak membuat modal dana negara untuk pembangunan menjadi tidak maksimal.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan peningkatan pajak dilakukan dengan mencari sumber pajak baru tanpa menaikkan tarif pajak.
"Tanpa meningkatkan tarif. Saat ini penerimaan pajak sangat sangat rendah. Menurut Bank Dunia, rasio pendapatan pajak Indonesia 11,7 persen dari GDP. Thailand juga yang negara korup bisa 17 persen (rasio pajak)," tegasnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (2/6).
Dalam hitungan Hashim, jika Indonesia bisa meningkatkan rasio pajak menjadi 17 persen, maka pendapatan negara akan bertambah Rp 450 triliun. "Kita akan menghimpun efisiensi pajak. Dalam rencana kita akan buat Kementerian Penerimaan Negara salah satu hal kita kaji," tuturnya.
Selain menambah pemasukan dari pajak, pihaknya juga berencana menambah utang negara untuk pembangunan. Pasalnya, rasio utang Indonesia terhadap GDP masih tergolong rendah. Dia mengatakan, rasio pinjaman negara dan swasta terhadap GDP baru 28 persen.
"Malaysia rasionya 63 persen, Jepang 200 persen dari GDP. Kita akan tambah utang dari pasar modal," ucap Hashim. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya