Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KSPI sebut industri farmasi bakal PHK 200 karyawan

KSPI sebut industri farmasi bakal PHK 200 karyawan Ilustrasi obat. Shutterstock/JENG_NIAMWHAN

Merdeka.com - Selain otomotif, industri farmasi juga memutuskan untuk merumahkan karyawannya. Dari data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), PT Sandoz Indonesia bakal melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 200 karyawannya.

"Setelah sektor migas, otomotif, elektronik sekarang giliran farmasi tak menutup pabriknya tapi melakukan rasionalisasi atau PHK sampai 200 pekerjanya," ujar Said di Hotel Mega, Jakarta, Senin (15/3).

Said menjelaskan tutupnya perusahaan asing farmasi itu disebabkan turunnya kapasitas produksi obat-obatan. Apalagi, kata dia, program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ikut mempengaruhi harga obat paten.

"Keenam industri farmasi Sandoz 200 orang tapi tidak tutup rasionalisasi kapasitas produksi diturunkan ada pengaruhi juga BPJS harga obat paten mahal produksi turun," kata dia.

Selain PT Sandos yang berlokasi di Jakarta itu, pabrik farmasi lainnya juga alami pengurangan 100 pekerja. Pabrik farmasi multinasional tersebut juga mengalami krisis keuangan akibat pelemahan ekonomi dunia.

"Novartis (Sandoz) 100 orang rasionalisasi, terjadi pada bulan Januari-Februari tahun ini," kata dia.

Pemerintah dinilai mengingkari fakta-fakta tersebut. Pada kelompok pertama, Januari-Februari total berjumlah 3.668 pekerja yang mengalami pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Ini kelompok pertama Januari-Februari 3.668 jumlah total pasti PHK dengan berbagai alasan ada tujuh penyebab, Jadi data Depnaker data PHK baru 1.377 itu saja sudah bohong jelas," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP