KRL Yogyakarta-Solo Ditargetkan Beroperasi Awal Tahun 2021
Merdeka.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan kereta rel listrik (KRL) relasi Yogyakarta-Solo akan beroperasi awal tahun depan. Saat ini pengerjaan proyek memasuki listrik aliran atas (LAA), di sepanjang jalur Stasiun Klaten hingga Stasiun Solo Balapan.
"Kalau kami sih 2021 Januari kalau bisa nanti KRL Solo - Jogja beroperasi. Kalau belum bisa ya gimana lagi," ujar Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia, Wawan Ariyanto di Solo, Kamis (8/9) malam.
Menurut Wawan, KRL akan lebih cepat daripada KA Prameks, yakni dengan kecepatan maksimal 90 kilometer (km) per jam dan akan berhenti di semua stasiun antara Solo dan Jogja, atau sebanyak 11 stasiun. Daya tampung kereta tiap 1 meter sebanyak 6 orang, sehingga akan memuat lebih banyak penumpang.
"Satu kereta sekitar 200 penumpang. Untuk ticketing, KRL memakai gate e-ticketing. Sebab metode pembayarannya wajib cashless. Ticketing menggunakan kartu multitrip," jelasnya.
Menurut rencana, tarif KRL Solo-Jogja sama dengan KRL yang beroperasi di Jabodetabek. Yakni Rp 3 ribu untuk 1-25 km pertama, kemudian pada 10 km berikutnya dan kelipatannya bertambah Rp 1 ribu.
Prasarana KRL Solo-Jogja, dikatakan Wawan, merupakan milik pemerintah. Sementara PT KCI hanya bertugas untuk mengelola sarananya. Nantinya, lanjut Wawan, rangkaian kereta akan menggunakan produk dalam negeri buatan PT INKA Madiun. Saat ini sudah siap 4 train set yang akan diujicobakan untuk rute Jogja-Klaten. Setelah beroperasi nanti, direncanakan ada 10 rangkaian KRL, sehingga total ada 40 kereta.
"Tahap awal 2021, perjalanan KRL masih sama dengan KA eksisting, Prameks. Kalau memang kebutuhannya semakin banyak dan kapasitas lintasnya memungkinkan, akan kami tambah. Kami akan melihat perkembangan pasar dulu," katanya.
Tingkatkan Minat Pengguna KA Prameks
Pada awal tahun 2021, lintas Jogja-Solo sudah bisa beroperasi. Selama masa transisi, KA Prameks masih tetap berjalan sebanyak 10 perjalanan pulang pergi. Kedepan pihaknya merencanakan ada integrasi dengan Kereta Api Bandara Internasional Adi Soemarmo.
Senior Manager PT KCI Wilayah VI, Dedy Setiawan menambahkan kehadiran KRL semakin meningkatkan minat pengguna KA Prameks di Daop 6 Yogyakarta. Sehingga tidak menutup kemungkinan rute KRL akan diperpanjang hingga Kroya.
"KRL yang akan digunakan sudah pernah dioperasikan di Jabodetabek. Sebelum digunakan sudah mengalami revitalisasi. Sehingga ketika dioperasikan di Daop 6 bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang," katanya lagi.
Dedy menyampaikan pihaknya akan memberikan sentuhan baru di Daop 6 yang belum pernah ada sebelumnya. Diantaranya passanger service di stasiun saat penumpang masuk gate serta pengawalan kereta (walka) di dalam KRL.
"Saat ini kami menunggu pengerjaan listrik aliran atas (LAA). Sehingga baru pada 3-9 November dilakukan uji coba KRL Jogja-Klaten tanpa penumpang. Rencananya, 10 November sudah mulai operasi KRL Jogja-Klaten. Kemudian per 1 Januari nanti Jogja-Solo sudah full KRL. Tahap kedua Klaten-Solo sambil terus bertahap penyelesaiannya," jelasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya