Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dikritik SBY, Sudirman Said mengaku tak pernah sebut nama

Dikritik SBY, Sudirman Said mengaku tak pernah sebut nama Menteri Sudirman Said. ©2014 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menjawab kicauan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta klarifikasi atas tudingan yang menyebut bahwa pemerintahannya melindungi Petral.

Menurut Sudirman, dia tidak pernah menyebut menyebut nama (yang melindungi) dalam acara diskusi likuidasi Petral tersebut.

"Dalam forum publik, Menteri ESDM amat 'correct' dan tidak mungkin menyebut nama," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dilansir dari situs resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (19/5).

Sebelumnya, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sangat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said di media massa. Hal itu terkait pernyataan Sudirman yang menyebut pembubaran Petral di era kepemimpinan SBY kerap berhenti di meja presiden.

"Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya, ketika menjadi Presiden dulu. *SBY," demikian kicau SBY dalam akun Twitter @SBYudhoyono, Senin (18/5) malam.

SBY berharap Sudirman Said memberikan klarifikasi atas apa yang dimaksud. Sebab, SBY mengaku saat masih menjadi presiden menginginkan penyimpangan apapun diberantas.

"Saya bahkan membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yang hakikatnya memberantas kejahatan dan penyimpangan apapun. *SBY*," katanya.

"Tidak ada yang mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi secara serius. *SBY*," katanya.

Dalam diskusi publik dua hari lalu, sebelum ditunjuk menjadi Menteri ESDM, Sudirman Said mengaku selalu ditanya Presiden Joko Widodo terkait keberadaan Petral dan sepak terjangnya.

"Sebelum ditunjuk sebagai menteri, Pak Presiden dulu banyak bertanya soal ini, termasuk Petral. Saya menjelaskan, Pertamina banyak sebenarnya banyak usulan yang mati di Kantor Presiden," ujar Menteri ESDM Sudirman Said.

Akhirnya, Petral berhasil dibubarkan di era Presiden Joko Widodo. Presiden ingin adanya efisiensi dalam pengelolaan migas sekaligus memotong rumor miring perihal mafia migas. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP