Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kritik Jokowi tak luruhkan kemesraan RI dengan Bank Dunia, IMF & ADB

Kritik Jokowi tak luruhkan kemesraan RI dengan Bank Dunia, IMF & ADB Jokowi buka World Economic Forum. ©Setpres RI/Rusman

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bersuara keras soal ketergantungan dan pandangan yang menyebutkan bahwa hanya lembaga-lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi dunia. Dia tidak sependapat dengan itu.

Dalam sambutan pembukaan Konferensi Asia Afrika pada Rabu (22/4), Jokowi mengajak negara-negara Asia Afrika tak lagi tergantung pada lembaga internasional dan mulai membangun kekuatan ekonomi baru.

Sejak masih dipimpin Presiden Soekarno, Indonesia sudah menjadi bagian dari IMF dan Bank Dunia. Meskipun Jokowi melontarkan kritik pedas terhadap Bank Dunia, IMF dan ADB, kemesraan antara Indonesia dan lembaga-lembaga asing itu takkan luntur.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahazil Nazara memiliki pemahaman sendiri dari pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi. Maksud Jokowi soal tak lagi bergantung bukan diartikan Indonesia keluar dari keanggotaan Bank Dunia, IMF dan ADB.

Suahazil setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi. Negara berkembang seperti Indonesia harus mengambil keuntungan dari IMF dan Bank Dunia untuk membantu pembangunan nasional.

"Mungkin maksud Pak Jokowi, kita harus bisa memanfaatkan keberadaan mereka," kata Suahazil kepada merdeka.com, Kamis (23/4) malam.

Direktur INDEF Enny Sri Hartati melihat, keberlangsungan hubungan antara Indonesia dengan Bank Dunia, ADB dan IMF pasca pidato Presiden Jokowi sangat tergantung dari persoalan utang. Pernyataan Jokowi agar tidak lagi bergantung pada lembaga asing itu akan ditunggu realisasinya.

"Kalau Indonesia tetap meminjam, tetap ada proporsional. Namun lebih baik Indonesia itu tidak lagi bergantung," ujar Enny.

Sesungguhnya, kata dia, negara-negara Asia pernah berencana membuat tatanan baru di dunia. Dengan China sebagai pemimpinnya. "Namun karena konsepnya belum jelas akhirnya batal."

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP