Krisis ekonomi parah, Venezuela jual 40 ton emas buat bayar utang
Merdeka.com - Cadangan emas Venezuela menyentuh level terendah setelah mereka menjual logam mulai tersebut senilai USD 1,7 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Penjualan cadangan emas harus dilakukan untuk membayar utang negara.
Venezuela saat ini sedang dilanda krisis ekonomi parah. Negara tersebut bahkan kesulitan melakukan impor kebutuhan pokok masyarakat. Kebutuhan medis juga sangat terbatas.
Cadangan emas negara anggota OPEC ini turun hampir sepertiga selama tahun lalu dan terjual lebih dari 40 ton di Februari dan Maret saja, menurut data IMF seperti ditulis Financial Times, Kamis (26/5).
Emas menempati 70 persen dari total cadangan negara ini dan telah jatuh ke titik terendah yaitu tinggal USD 12,1 miliar pada minggu lalu.
Venezuela sebenarnya mempunyai cadangan minyak mentah lebih besar dari Saudi, tetapi ini terbuang sia-sia karena salah urus serta rendahnya harga. Minyak menyumbang 95 persen dari total ekspor Venezuela. Meski harga minyak mulai naik beberapa hari ini, namun Venezuela justru mengalami penurunan produksi.
IMF memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Venezuela akan anjlok 8 persen di tahun ini dan 4,5 persen di 2017. Pada 2015, ekonomi Venezuela sudah turun 5,7 persen. Inflasi diperkirakan akan mencapai 1.642 persen di tahun depan yang didorong kebijakan pemerintah yang terus mencetak uang untuk membiayai defisit fiskal sekitar 20 persen dari PDB.
Venezuela mulai menjual cadangan emas pada Maret 2015 silam. Venezuela menempati peringkat 16 negara mempunyai cadangan emas terbesar di dunia sekitar 367 ton.
Harga emas sendiri naik 15 persen di tahun ini. Tahun lalu, bank sentral Venezuela menukar cadangan emasnya dengan uang tunai sebesar USD 1 miliar dalam bentuk tunai. Pertukaran atau swap emas ini mengindikasikan bahwa negara tersebut membutuhkan uang tunai.
Venezuela beserta perusahaan minyak negara harus melunasi utang pokok dan bunga sebesar USD 6 miliar tahun ini, menurut data Russ Dallen of investment bank Caracas Capital Markets. Di tengah kekhawatiran tak sanggup bayar utang, perusahaan minyak negara Venezuela atau PDVSA berupaya merestrukturisasi beberapa utang.
Mengurangi kekhawatiran investor, pemerintah Venezuela mengatakan bahwa mereka telah menemukan kesepakatan dengan China untuk memperpanjang jangka waktu pinjaman. Pemerintah juga berjanji akan menurunkan impor.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya