Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Krisis ekonomi, alasan pemerintah turunkan target PDB

Krisis ekonomi, alasan pemerintah turunkan target PDB

Merdeka.com - Pemerintah telah merevisi ke bawah target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Dalam asumsi makro rencana anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2013, pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen. Padahal awalnya dalam APBN 2013, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen.

Pemerintah punya alasan sendiri. Plt Menteri Keuangan Hatta Rajasa beralibi, pertumbuhan ekonomi direvisi lantaran kondisi ekonomi dunia yang belum membaik dan berimbas ke Indonesia.

Hatta mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tantangan Indonesia ke depan. "Krisis ekonomi global menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sesuai target di tahun 2012. Pertumbuhan ekonomi kita sedikit melambat lajunya di tahun 2012 hanya menjadi 6,2 persen," ujar Hatta dalam upacara perayaan Hari Kebangkitan Nasional ke-105 di Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/5).

Tantangan berikutnya adalah tekanan defisit anggaran karena subsidi bahan bakar yang terus meningkat, sehingga memberikan dampak terhadap anggaran Indonesia. "Kedua, kita sudah masuk pada era harga minyak murah, APBN kita sudah di atas. Subsidi yang meningkat sehingga tekanannya dalam APBN meningkat. Dan yang ketiga adalah peningkatan daya saing dengan terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar produksi di Indonesia meningkat," tegas dia.

Hatta mengimbau kepada seluruh jajaran Kemenkeu untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran agar defisit bisa dijaga sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBN.

"Pengelolaan fiskal dengan prinsip kehati-hatian dan mampu menjaga stabilitas ekonomi makro, menjadi prasyarat perekonomian tumbuh cepat. Kita harap ini tetap bisa dijaga di tengah krisis global yang bergejolak," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP