Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kredit smartphone makin diminati

Kredit smartphone makin diminati Ilustrasi smartphone. ©densnapdealtvshop

Merdeka.com - Permintaan smartphone atau telepon pintar di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Sebab, informasi yang bisa diakses dari smartphone menjadi sesuatu keharusan di era digitalisasi seperti ini. Permintaan makin tinggi dengan hadirnya penyediaan jasa multiguna atau kredit smartphone dari PT Home Credit Indonesia.

Seorang promotor ponsel merek Asus, Siska Oktafiani mengakui permintaan akan ponsel ini cukup tinggi. Bahkan, banyak juga masyarakat yang membeli smartphone tersebut dengan mekanisme kredit atau mencicil melalui jasa Home Credit.

Menurutnya, permintaan ponsel melalui kredit tahun lalu cukup tinggi. Namun, untuk tahun ini belum begitu terasa.

"Banyak yah, tapi tahun ini belum kelihatan banget, di Januari dan Febuari ada peningkatan. Tapi jauh lebih meningkat di tahun 2017 lalu," ujar Siska Oktafiani saat ditemui di ITC Roxy, Jakarta.

Dikatakan Siska, permintaan itu datang untuk Smartphone Asus Zenvone versi 4 max atau max pro. Dengan rata-rata harga berkisar mulai dari Rp 2 juta. "Sekarang yang paling dicari versi 4 max atau max pro. Dengan harga Rp 2.299.000 juta sampai Rp 2.699.000 juta," imbuhnya.

Banyaknya permintaan jenis tersebut, kata dia tidak terlepas dari kualitas dari Asus Zenvone 4 max pro. Di mana smartphone ini memiliki batrai berkapasitas besar 4100mAh dengan teknologi power management terbaru didukung dual kamera. Dengan kamera utama 13MP dilengkapi dengan diafragma F2.0 memungkinkan hasil jepretan yang sempurna.

Sementara, dari pantauan merdeka.com melansir dari halaman website resmi www.homecredit.co.id pada periode 25 Oktober 2017 lalu sampai 31 Maret 2018 telah memberikan promo cicilan bebas bunga untuk jenis Asus Zenvone 4 Selfie Series, promo ini berlaku untuk tipe Zenfone 4 Selfie, Zenfone 4 Selfie Pro, Zenfone Zoom S, Zenfone 3 5.2, dan Zenfone 3 5.5.

Home Credit saat ini memberi kredit ponsel dengan pembiayaan berkisar dari Rp 650.000 sampai Rp 10 juta. Hal ini berlaku untuk semua gerai mitra yang menjual smartphone Asus. Dengan masa tenor selama enam bulan, dengan uang muka 20 persen. Sementara, biaya admin sebesar Rp 199 ribu, dengan biaya bulanan Rp 5.000.

Perusahaan asal Rapublik Ceko ini telah melayani lebih dari 1,7 juta pelanggan di Indonesia pada akhir 2017 dengan pembiayaan lebih dari Rp 5,3 trilliun. Kontribusi terbesar berasal dari kredit telepon genggam sebanyak 76 persen.

Penurunan permintaan kredit menggunakan fasilitas Home Credit pada tahun ini juga dirasakan smarthpone jenis Samsung. Rata-rata permintaan tersebut dalam satu bulan hanya mampu melayani sepuluh telepon genggam saja. Padahal permintaan pengajuan untuk kredit sudah cukup lumayan banyak.

"Banyak yang gak di acc (diterima), penjualan dengan kredit menurun, sementara pengajuannya lebih banyak biasanya untuk Samsung Seri J harganya Rp 2 juta sampai Rp 3,5 juta, berbeda pada tahun lalu meningkat banyak. Tahun ini belum banyak," kata salah satu promotor Samsung Opik.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP