Krakatau Steel tolak pemerintah cabut subsidi listrik tahun ini
Merdeka.com - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengaku keberatan terhadap rencana pemerintah mencabut subsidi listrik untuk sektor industri tahun ini.
Presiden Direktur KRAS Irvan K Hakim berharap pemerintah menunda pencabutan subsidi listrik bagi sektor industri hingga tahun depan dan dilakukan secara bertahap.
"Itu berpengaruh, bukan hanya di sektor baja tapi semua sektor juga, kita berharap agar ditunda. Asosiasi besi baja menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian dan juga pemerintah agar rentang waktu pencabutan subsidi ini ditambah," kata Irvan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (27/3).
Irvan mengungkap alasannya ialah sektor manufaktur sedang menghadapi berbagai kendala belakangan ini. "Industri manufaktur ini sedang menghadapi banyak kendala. 1. Nilai tukar, 2. Kenaikan biaya energi termasuk gas alam, 3. Dua kali kenaikan UMP. Itu angka masif," jelas Irvan.
Dari berbagai tekanan tersebut, Irvan mengaku perseroan paling terbebani dari sisi nilai tukar Rupiah yang terdepresiasi terhadap USD. "Paling parah nilai tukar, tidak bisa dilihat tapi tiba-tiba rugi kurs. Ini harus dicatat, kita prinsipnya pengen Rupiah stabil," tutup Irvan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya