Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KPPU nilai data stok sapi nasional simpang siur

KPPU nilai data stok sapi nasional simpang siur Sapi impor dari Australia tiba. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai data terkait stok sapi dalam negeri masih simpang siur. Pemerintah masih berpatokan pada jumlah sapi di daerah guna menghitung stok nasional.

"Angka-angka yang ada, seolah yang di daerah itu industri peternakan. Padahal ada juga milik individu 2-3 ekor," ujar Komisioner KPPU Nawir Messi seusai diskusi bertajuk "Mengapa Daging Sapi dan Ayam Seperti Terbenam?" di Jakarta, Sabtu (22/8).

Seharusnya, kata Nawir, pemerintah membedakan sapi milik industri dan individu. Dalam menghitung stok, pemerintah cukup memasukkan sapi milik industri.

Mengingat, individu hanya menganggap sapi sebagai simpanan. Dimana, sapi dijual jika ada kebutuhan mendesak.

"Selama ini terjadi pemerintah kerap memasukkan sapi milik peternak rumahan atau petani. Padahal, penjualan sapi dari petani hanya dilakukan pada kondisi tertentu, seperti biaya sekolah dan pernikahan," katanya.

"Sekarang hampir semua instansi punya data. Jadi saya kira harmonisasi dan sinkronisasi data jadi mutlak." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP