KPPU ingin ekonomi digital tak jadi inovasi yang mengganggu
Merdeka.com - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menggelar The Second Jakarta International Competition Forum dengan tema Disruptive Inovation, Competition Policy & Challenge to Emerging. Salah satu hal yang dibicarakan adalah mengenai ekonomi digital yang saat ini mengalami perkembangan cukup pesat.
Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha di Indonesia adalah peralihan bisnis dari yang bersifat konvensional ke bisnis berbasis teknologi dan informasi. Sehingga, hal ini menjadi perhatian pemerintah dan lembaga terkait untuk mengelola agar perkembangan ekonomi digital ini tidak menjadi inovasi yang mengganggu (disruptive innovation).
"Di berbagai negara switch dari transportasi maupun bisnis yang bersifat konvensional ke online platform ini sangat cepat. Sehingga tantangan yang kita hadapi di Indonesia dan saya kira di negara berkembang lainnya adalah bagaimana mengelola masa transisi ini dari bisnis konvensional ke bisnis platform teknologi informasi ini," kata Syarkawi di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (24/10).
Selain itu, inovasi digital ini juga berkembang di hampir seluruh sektor ekonomi, seperti e-commerce, transportasi, dan lain-lain. Terutama yang tengah terjadi di Indonesia saat ini adalah penggunaan uang elektronik (e-money, salah aatunya di jalan tol.
"Proses ini perlu tata kelola dan manajemen yang baik sehingga tidak merugikan salah satu pihak. Baik di incumbent di industri maupun pendatangan baru. Kemudian bagaimana konsumen memperoleh keuntungan dari perkembangan ekonomi digital," imbuhnya.
Dia menyadari, tata kelola ekonomi digital di negara lain pun juga terasa sulit, bahkan kerap menimbulkan kegamangan. Untuk itu, KPPU juga mengundang lembaga dari berbagai negara untuk saling bertukar pikiran dalam menyelesaikan masalah ini.
"Kita ingin mendapatkan pengalaman dari berbagai negara. Kita ingin sharing pengalaman mereka bagaimana mereka menghadapi disruptive inovation yang berkembang cepat," pungkas Syarkawi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya